SuryaMalang/

Malang Raya

Material Longsor di Jalan Bendungan Sigura-Gura Kota Malang Belum Tersentuh, Warga Sambat

Meski sudah dua pekan berlalu, material longsoran masih menumpuk di pinggir jalan raya yang dikeliling permukiman padat penduduk itu

Material Longsor di Jalan Bendungan Sigura-Gura Kota Malang Belum Tersentuh, Warga Sambat
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Material longsor di Jl Raya Bendungan Sigura-Gura Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Senin (20/3/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Dua pekan berlalu sejak longsor terjadi di sekitaran rumah toko di Jl Raya Bendungan Sigura-gura Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Meski sudah dua pekan berlalu, material longsoran masih menumpuk di pinggir jalan raya yang dikeliling permukiman padat penduduk itu.

Material berupa tanah itu menumpuk di sisi jalan, dekat dengan jembatan anak Sungai Metro itu. Menurut Agus, pemilik rumah makan Padang di deretan ruko yang longsor, material itu berasal dari sungai.

Tak lama setelah longsor, petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengeruk material longsor yang menumpuk di pinggir sungai. Longsoran itu berasal dari tebing sungai, plus penahan yang ambrol. Sebagian bangunan ruko no 4 di deretan ruko itu juga ambrol dan masuk ke sungai.

"Dikeruk selama dua hari tidak lama setelah longsor dua pekan lalu. Dikeruk dari sungai dan ditempatkan di pinggir jalan," ujar Agus.

Sementara itu, rumah toko No 4 yang bangunannya roboh sudah dibongkar sendiri oleh pemilik ruko.

"Sisa ruko yang longsor sudah dibongkar semua sama pemiliknya. Bongkarannya diangkut. Kini tersisa yang dipinggir jalan itu, kerukan dari sungai," ujarnya.

Agus berharap petugas segera mengangkut material di pinggir jalan itu. Sebab keberadaan tumpukan tanah itu mengganggu aktivitas di warungnya. Warungnya baru buka dua hari lalu. Sejak longsor 5 Maret lalu, warung makan Padang itu tutup.

Sementara itu, warga yang setiap hari melewati jalan itu, Ahmad Yani, mengaku terganggu dengan material di pinggir jalan itu.

"Memang jembatan sudah dibuka, tetapi lalu lintas belum normal karena masih ada material di pinggir jalan," ujarnya.

Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso meminta masyarakat untuk bersabar. Material dari kerukan sungai itu memang belum diangkut karena nantinya bisa dipakai kembali untuk menguruk bekas galian.

"Selain itu, kami juga masih melihat tumpuan jembatan. Besok kami juga akan pasang bouw plank," ujar Sony, panggilan akrab Hadi Santoso, Senin (20/3/2017).

Bouw plank adalah pembatas yang dipakai untuk menentukan titik bidang kerja pada sebuah poyek pendirian bangunan atau rumah, dan berfungsi sebagai titik penentuan ukuran bangunan, juga mengatur kesikuan bangunan dan alat kontrol membuat pondasi.

Pemasangan papan atau pasak bouw plank itu, lanjut Sony, untuk mengetahui juga batas sungai. "Jadi mohon kesabaran masyarakat dulu," tegasnya.

Seperti diberitakan, pada Minggu (5/3/2017) terjadi longsor di dekat jembatan itu. Longsor merobohkan bangunan ruko no 4 di deretan ruko tak jauh dari jembatan itu. Bangunan yang ambrol diketahui berada di atas sungai.

Bangunan itu melanggar peraturan pembangunan di sepadan sungai. Walhasil, Pemkot meminta bangunan itu untuk dibongkar. Bangunan itu kini sudah dibongkar, dan selanjutnya petugas akan memperbaiki sekitar jembatan dan plengsengannya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help