SuryaMalang/

Malang Raya

Memprihatinkan, Lobster yang Diekspor Oleh Vietnam Ternyata Berasal dari Indonesia

Selama ini pengekspor utama lobster di dunia adalah Vietnam. Ironisnya, bibit atau anakan lobster itu di datangkan dari Indonesia.

Memprihatinkan, Lobster yang Diekspor Oleh Vietnam Ternyata Berasal dari Indonesia
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Sidang pencurian bayi lobster di Pengadilan Negeri Kepanjen, Senin (20/3/2017). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Sidang lanjutan kasus pencurian dan penangkapan baby lobster digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (20/3/2017).

Dalam sidang kali ini, JPU menghadirkan saksi ahli, Kepala Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (KIPM) Kelas 1 Surabaya, Putu Sumardiana.

Sidang yang dipimpin Yoedi Anugrah Pratama itu menyidangkan tujuh terdakwa. Jumlah ini berbeda dengan jumlah tersangka dalam sidang sebelumnya yang hanya tiga orang.

Terdakwa yang hadir dalam sidang lalu adalah Hariono, Andik dan Hengki. Sedangkan dalam sidang kali ini juga menghadirkan terdakwa Sugito, Sukamit, Ahmad Hariyan, dan Diky.

“Sampai sekarang lobster belum bisa di budidayakan. Jadi perkembangannya masih alami. Makanya dilindungi,” kata Putu.

Selama ini pengekspor utama lobster di dunia adalah Vietnam. Ironisnya, bibit atau anakan lobster itu di datangkan dari Indonesia.

“Tentunya bangsa Indonesia yang dirugikan. Bibit dari sini, tetapi Vietnam yang dapat keuntungan tinggi dari lobster,” ucap Putu.

Menurutnya, baby lobster masuk dalam perlindungan. Jadi, baby lobster tidak boleh ditangkap dan diperjualbelikan oleh siapapun, termasuk nelayan.

“Jadi saya hanya menegaskan aturan larangan memperjualbelikan baby lobster dari laut,” tandas Putu.

Sidang ini akhirnya ditunda dan akan dilanjutkan pada 22 Maret 2017 dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU.

Sementara itu, JPU Sri Mulikah berharap bisa menyelesaikan materi tuntutan kepada para terdakwa penyelundup baby lobster.

“Semoga saya bisa menyelesaikan materi tuntutan dalam dua hari. Jadi tuntutannya bisa dibacakan dalam sidang nanti,” tutur Sri Mulika.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help