Malang Raya

Oknum Pejabat Puskesmas di Malang Dituding Lakukan Pungli, Bagaimana Sikap Polres Malang?

"Besarnya macam-macam, tergantung dari penilaian kesalahannya. Padahal di instansi lain tidak ada aturan seperti ini," ungkap staf

Oknum Pejabat Puskesmas di Malang Dituding Lakukan Pungli, Bagaimana Sikap Polres Malang?
Tribunnews.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, AMPELGADING - Seorang pejabat di Puskesmas Ampelgading, Kabupaten Malang, dilaporkan ke Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Pejabat tersebut dianggap melakukan pungutan liar terhadap para staf dan tenaga medis.

Seorang staf di Puskesmas tersebut mengatakan, ada aturan tertib absensi. Semua staf dan tenaga medis di bawah Puskesmas ini wajib hadir tepat waktu. Jika ada yang terlambat, maka akan dikenakan denda berupa uang.

"Besarnya macam-macam, tergantung dari penilaian kesalahannya. Padahal di instansi lain tidak ada aturan seperti ini," ungkap staf yang minta dirahasiakan namanya tersebut.

"Jadi seperti percuma saja izin, karena tetap ada dendanya. Setahu kami uangnya masuk kantong pribadi, sebab selama ini tidak ada penjelasan," ujarnya.

Denda diberlakukan tidak hanya kepada staf dan petugas medis yang bekerja langsung di Puskesmas Ampelgading. Namun juga kepada bidan desa dan perawat yang bertugas di Pondok kesehatan Desa (Ponkesdes). Hingga kini belum diketahui, digunakan untuk apa uang denda tersebut.

Perilaku pejabat Puskesmas tersebut juga dinilai berlebihan. Sebab beberapa staf yang dianggap tidak sejalan, diberhentikan secara sepihak. Karena itu sejumlah pegawai memilih melapor ke Tim Saber Pungli.

"Kalau dibiarkan terus, akan semakin banyak yang jadi korban. Semoga Tim Saber Pungli lekas menindaknya," ucap staf tersebut.

Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Malang, Kompol Decky mengatakan, sebelumnya memang sudah ada pengaduan terkait oknum pejabat Puskesmas Ampelgading. Karena itu pihaknya akan menurunkan tim untuk menyelidiki aduan tersebut.

"Masih sebatas indikasi Pungli, harus dibuktikan. Karena itu kami akan jemput bola, dengan menurunkan tim ke sana," tutur Decky, Senin (20/3/2017).

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help