Malang Raya

Truk Nyemplung Sungai di Malang, Oalaa Ternyata Ini Penyebabnya Ker . . .

Ketika menanjak itulah, si sopir curiga dengan laju kendaraan. Ia pun memilih meminggirkan truk bermuatan keramik penuh itu ke pinggir jalan.

Truk Nyemplung Sungai di Malang, Oalaa Ternyata Ini Penyebabnya Ker . . .
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Kondisi truk yang berada di dasar sungai di tepi jalan raya Malang-Surabaya, Senin (20/3/2017) 

SURYAMALANG.COM, LAWANG - Truk yang nyemplung ke sungai di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dikarenakan kelebihan muatan. Selain itu, truk merek Hino (bukan fuso, seperti ditulis sebelumnya) itu ditengarai juga mengalami persoalan di pengereman.

Truk bernomor polisi B 9760 GYV itu disopiri oleh Setiawan (27) warga Rembang, Jawa Tengah. Truk itu mengangkut keramik dari Mojokerto menuju Arjosari, Kota Malang. Sekitar pukul 09.30 Wib, truk yang melaju dari arah utara (arah Surabaya dan Pasuruan) menuju ke selatan (Malang) itu tiba di kawasan jalan menanjak di depan Bakpao Telo, Lawang, Kabupaten Malang.

Ketika menanjak itulah, si sopir curiga dengan laju kendaraan. Ia pun memilih meminggirkan truk bermuatan keramik penuh itu ke pinggir jalan.

"Dia curiga dengan jalan truknya saat di tanjakan kok tidak kuat. Akhirnya dia minggir, dan belum sempat di-kek (rem tangan), truk itu mundur sendiri," ujar Kepala Unit Satuan Lalu Lintas Polsek Lawang, Ipda Hariono kepada SURYAMALANG.COM, Senin (20/3/2017).

Sopir pun kaget ketika mendapati truk mundur, apalagi jalanan menurun. Namun truk itu tidak juga bisa direm. Ketika Setiawan berusaha mengendalikan laju truk yang mundur, dari belakang ada sebuah mobil Chevrolet bernomor polisi N 1164 CU yang dikendarai Indrawati warga Kecamatan Sukun Kota Malang. Mobil chevrolet ini tertabrak bagian depan.

Setelah 'ngunduri' mobil itu, bagian belakang truk juga menghantam mobil Avanza bernomor polisi L 1435 DG yang dikemudikan Hendri oktaviano warga Rungkut Asri, Surabaya. Terakhir truk menghantam mobil Mitsubishi bak terbuka bernomor polisi N 9693 WA yang dikemudikan H SUlaiman, warga Bukir, Pasuruan.

"Meski 'ngunduri' tiga mobil itu, truk belum berhenti. Terus nylorot (melaju) ke seberang jalan, sampai akhirnya masuk sungai yang ada di barat jalan. Beruntung ketika itu, tidak ada kendaraan yang dari arah selatan atau dari arah Malang," imbuh Hariono.

Truk berhenti setelah nyemplung sungai. Truk itu terbalik, dengan roda ada di bagian atas. Sopir truk selamat, dan bisa keluar sendiri dari kabin pengemudi. Truk itu melewati tebing sungai berketinggian sekitar 5 meter. Truk itu juga merusakkan pembatas jalan di pinggir jalan nasional itu.

"Korban jiwa nihil (tidak ada). Kerugian material sekitar Rp 25 juta. Tiga mobil sudah kami amankan di Unit Kecelakaan Lalu Lintas di Singosari, sopir truknya juga. Kalau truknya kami masih menunggu crane, dan evakuasi akan dilakukan malam supaya tidak menganggu arus lalu lintas di jalan itu," tegas Hariono.

Karenanya, hingga sore, truk itu masih terbalik di pinggir sungai yang arusnya tidak terlalu deras itu. Sementara, keramik dan pecahannya nampak berserakan di sekitarnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help