Arema Malang

GM Arema FC, Ruddy Widodo Sebut Marquee Player Bisa Rusak Harmonisasi Tim, Begini Lengkapnya

Berdasar pertimbangan kebutuhan tim untuk kompetisi mendatang, Arema FC memilih bersikap tidak gegabah memutuskan perekrutan marquee player.

GM Arema FC, Ruddy Widodo Sebut Marquee Player Bisa Rusak Harmonisasi Tim, Begini Lengkapnya
SURYAMALANG.COM/Dyan Rekohadi
GM Arema Cronus, Ruddy Widodo 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Kebijakan PSSI mengenai marquee player yang akan diterapkan dalam kompetisi Liga 1 mendatang terus menuai pro dan kontra.

Manajemen Arema FC, misalnya, berpendapat jangan sampai kebijakan tersebut menjadi ‘duri dalam daging’  bagi klub. Makanya Arema FC lebih memilih hati-hati.

“Kalau memang keuntungan yang didapat dari keberadaan marquee player bakal maksimal, kami akan ambil. Tetapi kalau malah menjadi duri dalam daging, lebih baik tidak ambil,” ujar General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Berdasarkan pertimbangan kebutuhan tim untuk kompetisi mendatang, Arema FC memilih bersikap tidak gegabah memutuskan perekrutan marquee player. Keputusan itu harus melalui rapat internal di jajaran pelatih dan manajemen tim.

“Arema akan mempertimbangkan dengan cermat dan saksama tentang kehadiran marquee player di tim. Tentunya hal ini tidak sekadar untuk membuat ramai dan menjadikan klub terkenal. Kalau untuk popularitas, Arema FC sudah terkenal,” ucap Ruddy lagi.

Ruddy menganalisis kehadiran marquee player memiliki potensi merusak harmonisasi tim. Sebab, ada ketimpangan di antara pemain.

Arema FC sebenarnya cukup percaya diri tanpa kehadiran marquee player. Dengan mengandalkan kombinasi pemain senior dan pemain muda, Arema FC mampu menjadi juara di Piala Presiden 2017.

Di tangan sang pelatih, Aji Santoso, Arema FC  banyak memberi porsi lebih kepada pemain muda.

“Harapannya adalah bagaimana pemain tersebut bisa memberi keuntungan maksimal untuk Arema FC secara keseluruhan, baik dari sisi teknis atau nonteknis. Jangan sebaliknya. Kehadiran mereka justru membuat harmoni tim jadi rusak dan timbul kesenjangan. Jangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga,” ujar Ruddy.(juara.net)

Editor: Zainuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help