SuryaMalang/

Malang Raya

Guru Harus Sisihkan Uang Sertifikasi untuk Beli Buku, Ini Tujuannya

Jika sudah berhasil mengubah pola pikir, maka ada jiwa meneliti. Menurutnya, PTK satu kelas menghadapi masalah yang sama.

Guru Harus Sisihkan Uang Sertifikasi untuk Beli Buku, Ini Tujuannya
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Dosen UM, Achmad Nurabadi mengisi materi dalam pelatihan lomba penulisan karya ilmiah, Selasa (21/3/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Lama mengajar di kelas bisa menjadi bahan penelitian tindakan kelas (PTK). Makanya guru harus merubah mindset atau pola pikirnya sehingga hasilnya bisa meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

“Kalau pola pikirnya tidak diubah, mengajar juga lempeng saja. Usai mengajar, ya sudah,” kata Nur Abadi, dosen Universitas Negeri Malang (UM) dalam pelatihan menulis karya ilmiah dan penelitian tindakan kelas di aula Dindik Kota Malang, Selasa (21/3/2017).

Jika sudah berhasil mengubah pola pikir, maka ada jiwa meneliti. Menurutnya, PTK satu kelas menghadapi masalah yang sama.

Dia menyarankan para guru lebih banyak membaca buku dengan membelinya.

“Uang tunjangan sertifikasinya untuk membeli buku ya. Jadi bisa tahu buku inovasi pembelajaran terbaru,” tuturnya.

Guru bisa menyisihkan uang Rp 50.000 atau Rp 100.000 untuk membeli buku. Menurutnya, membuat PTK memudahkan guru. Sebab lokasinya di kelas dan dilakukan saat bekerja.

“Enaknya menulis PTK itu,” imbuhnya.

Hal awal yang perlu dilakukan guru memulai PTK adalah menemukan masalah, mencari tindakan, dan menuliskannya. PTK memberi dampak positif bagi pengajar karena semakin kreatif. Sebab guru terlibat dalam upaya inovasi dengan mengimplemtasikannya dan mengadaptasi berbagai teori.

Dia berpesan agar guru memilah masalah di kelas untuk dicari solusinya. Selama pelaksanaan PTK, guru harus mengamati setiap pertemuan.

“Indentifikasi masalahnya dulu,” terangnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help