Malang Raya

Pemkot Malang Punya Alasan Ini saat Jadi 'Sasaran Tembak' Molornya Relokasi Pasar Blimbing

Dinas berharap pertemuan digelar pekan ini. Namun pihak anggota dewan, mengharapkan pertemuan dihadiri perwakilan komisi lain dan pimpinan Dewan

Pemkot Malang Punya Alasan Ini saat Jadi 'Sasaran Tembak' Molornya Relokasi Pasar Blimbing
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Dok. - Para pejabat Dinas Pasar dan perwakilan pedagang melihat bedak di Pasar Blimbing yang akan dibongkar, Jumat (16/12/2016). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemkot Malang mau tidak mau mendapat tekanan kanan-kiri terkait relokasi pasar Blimbing. PT Karya Indah Sukses (KIS) sebagai pengembang dan pedagang, kini seolah sama-sama mengarahkan jari telunjuk pada mereka.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak DPRD Kota Malang. Setelah mendapatkan kabar tentang surat yang disampaikan oleh pihak investor, dirinya langsung berkoordinasi dengan anggota dewan.

"Saya sudah koordinasi. Namun ternyata pekan ini yang stanby hanya Komisi C. Akhirnya dijadwalkan pekan depan supaya Komisi lain dan pimpinan dewan lengkap," ujar Wahyu.

Ia sebenarnya mengharapkan pertemuan digelar pekan ini. Namun pihak anggota dewan, mengharapkan pertemuan dihadiri perwakilan komisi lain dan pimpinan dewan.

Wahyu menambahkan, ia sudah bertemu dengan kuasa hukum PT KIS akhir pekan lalu. Ia sudah mendengar tentang dua pilihan tentang pengalihan investasi atau material bangunan dimasukkan ke pasar, ketika dalam sepekan ini tidak ada relokasi pedagang dari pasar di Jl Borobudur ke pasar penampungan di eks Stadion Blimbing.

"Kami sudah yakinkan investor kalau semuanya sudah oke, pedagang juga sudah siap. Kami tetap laksanakan komitmen. Tetapi sekali lagi, relokasi bisa dilakukan setelah ada kesepakatan antara sejumlah pihak di gedung dewan. Ini kesepakatan dari awal," tegasnya.

Ia mengharapkan supaya investor tidak menggugat secara hukum. Sebab, lanjutnya, gugatan itu akan merugikan banyak pihak

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help