Malang Raya

Setelah Kasus Pedofilia di Kota Malang Terbongkar, Pakar Ini Sebut UU Seolah Tak Mampu Lindungi Anak

Menurut Ririn, anak perlu dilindungi karena merupakan harapan orangtua, masyarakat, bangsa, dan negara.

Setelah Kasus Pedofilia di Kota Malang Terbongkar, Pakar Ini Sebut UU Seolah Tak Mampu Lindungi Anak
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Bincang dan Obrolan Santai (Bonsai) Bareng Pakar yang digelar Subbag Kearsipan dan Humas Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jumat (24/3/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Terbongkarnya kasus paedofil via media sosial cukup meresahkan masyarakat. Sebab, Kota Malang berpredikat sebagai kota layak anak.

Pakar hukum Universitas Brawijaya (UB), Dr Nurini Aprilianda SH MHum mengatakan kasus kekerasan seksual terhadap anak, termasuk kasus paedofil, semakin sadis dengan dukungan teknologi dan informasi.

“Kasus kekerasan seksual pada anak sudah tidak lagi dilakukan orang dewasa. Tapi juga dilakukan remaja, bahkan anak sebaya korban,” kata wanita yang akrab disapa Ririn itu kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (24/3/2017).

UU perlindungan untuk anak seolah tidak mampu melindungi anak. Menurut Ririn, anak perlu dilindungi karena merupakan harapan orangtua, masyarakat, bangsa, dan negara.

“Anak juga termasuk kelompok rentan, baik sebagai pelaku maupun korban. Mereka belum bisa membedakan antara baik dan buruk,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Malang, Erick menyampaikan antisipasi awal untuk meminimalisir kenakalan siswa adalah pendidikan karakter.

“Juga perlu adanya operasi sayang. Ini merupakan bentuk sosialisasi dan visiting sekolah untuk mengedukasi dampak narkoba kepada siswa yang bisa merambat ke hal buruk lain,” kata Erick.

Menurutnya, kegiatan itu butuh dukungan dari banyak pihak.

“Kegiatan ini perlu peran masyarakat dan stakeholder pendidikan serta masyarakat sosial,” terangnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help