Arema Malang
Dikritik Soal Match Fee oleh PSM Makassar, GM Arema Angkat Suara, Ini Klarifikasinya
Kami tidak mematok match fee terlalu tinggi. Semua itu sudah sesuai perhitungan kami. Lawan tim Divisi Utama saja Arema FC mendapat match fee sekitar
Penulis: Alfi Syahri Ramadan | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.com - Arema FC membantah anggapan pelatih PSM Robert Albert sebagai klub yang minta minta kompensasi atau dana cukup besar saat diajak uji coba di Makassar.
Bantahan tersebut datang dari General Manager Arema FC Ruddy Widodo kepada SURYA MALANG, Sabtu (25/3/2017).
"Kami tidak mematok match fee terlalu tinggi. Semua itu sudah sesuai perhitungan kami. Lawan tim Divisi Utama saja Arema FC mendapat match fee sekitar Rp 150 juga," katanya.
Baca: Manejemen Arema FC Matre? Mantan Pelatih Arema Ini Ungkap Penyebab Batalnya Laga Uji Coba Arema FC
Match fee sejumlah itu tidak termasuk dilalamnya akomodasi, penginapan dan konsumsi.
Namun, match fee tersebut yang menerima bukanlah managemen melainkan langsung kapten tim dan pemain.
"Kami match fee tidak menerima apapun. Yang menerima langsung kapten tim dan langsung dibagi dengan tim pelatih secara keseluruhan," tambahnya.
Manager berkacamata tersebut juga menambahkan bahwa jika untuk tim dengan level yang sama, tentunya match fee tersebut pasti ada perbedaan.
Jika level Divisi Utama Arema mendapatkan Rp 150 juta, tentunya dengan lawan yang sepadan maka match fee yang diterima lebih besar.
"Yang pasti ada perbedaan dengan tim divisi utama. Namun kami rasa hal tersebut masih dalam tahap wajar," serunya.
Menurutnya semua itu sudah diperhitungkan dan untuk ukuran Arema FC itu merupakan hal yang cukup wajar.
"Klub Divisi Utama saja berani bayar segitu, masa tim yang selevel meminta match fee lebih rendah. Kalau ingin yang murah ya undang tim amatir saja," katanya. (*)