SuryaMalang/

Malang Raya

Pria Ini Lihat Angin Memutar Saat Duduk di Warung, Selanjutnya Ada Kejadian Mengerikan

Begitu ada suara atap jatuh, dia berlari ke depan dan mendapati ada pengunjung yang kepalanya berdarah.

Pria Ini Lihat Angin Memutar Saat Duduk di Warung, Selanjutnya Ada Kejadian Mengerikan
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Atap Warung Coklat Klasik di Jalan Joyo Agung, Lowokwaru, Kota Malang ambruk diterjang angin dan hujan deras, Sabtu (25/3/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU – Atap Kedai Cokelat Klasik di Jalan Raya Joyo Agung, Lowokwaru, Kota Malang ambruk akibat diterjang angin kencang dan hujan deras, Sabtu (25/3/2017) sore.

Atap yang terbuat dari asbes itu jatuh menimpa pengunjung di bawahnya.

Seorang warga, Dewa mengatakan saat itu hujan deras disertai angin kencang mengarah ke warung Coklat Klasik. Angin langsung menyapu atap yang terbuat dari asbes.

Asbes jatuh di tempat para pengunjung sedang duduk. Hempasan asbes juga mengakibatkan seorang pengunjung mengalami luka pada bagian kepalanya. Pengunjung itu langsung dilarikan ke RS UMM untuk mendapat perwatan.

Selain itu, empat motor mengalami kerusakan akibat kejadian ini.

“Saat itu saya waktu duduk di depan kedai. Anginnya itu memutar, lalu membuat ases ambruk,” ujar Dewa kepada SURYAMALANG.COM.

Warga lain, Airlangga mengaku sedang berada di dalam warung saat kejadian itu. Begitu ada suara atap jatuh, dia berlari ke depan dan mendapati ada pengunjung yang kepalanya berdarah.

“Saya cek kepalanya kok berdarah,” kata Airlangga.

Dia dan pegawai Cokelat Klasik membawa pengunjung itu ke RS UMM untuk mendapat pemeriksaan.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Bindriyo menjelaskan tidak ada korban luka serius dalam peristiwa itu. Hanya ada kerugian materi karena beberapa motor rusak tertimpa atap yang ambruk.

“Namanya musibah tidak bisa diprediksi. Kami mengimbau agar hati-hati karena musim hujan dan angin,” kata Bindriyo.

Sementara itu, Manajer Coklat Klasik , Syahid Fauzan menegaskan pihaknya akan mengganti semua kerugian yang dialami pengunjung. Pihaknya juga menanggung biaya pengobatan pengunjung yang dirawat di RS UMM.

“Kami ganti sesuai kerugian yang dialami,” kata Syahid.

Penulis: Benni Indo
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help