Jombang

Pasutri dan Dua Anaknya dari Surabaya Tewas dalam Kecelakaan di Jombang

Kasat Lalulintas Polres Jombang, AKP Inggal Widya Perdana mengungkapkan, kecelakaan terjadi Minggu malam (9/4/2017) sekitar pukul 22.30 WIB.

Pasutri dan Dua Anaknya dari Surabaya Tewas dalam Kecelakaan di Jombang
SURYAMALANG.COM/Sutono
Jenazah salah satu dari empat korban kecelakaan maut di Tapen, Kudu, Jombang, di masukkan ambulans untuk dibawa ke alamat asalnya, Kelurahan Simomulya Baru, Kota Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Brantas Desa Tapen Kecamatan Kudu, Jombang. Empat orang dalam satu keluarga tewas mengenaskan setelah bersama sepeda motor yang dikendarainya terlindas truk gandeng bermuatan sepatu.

Mereka yang tewas itu Sumarto (34), istrinya Dewi Andarini (33), serta kedua anaknya, Ines (5) dan Naya (3), warga Dusun Simo Gunung Barat, Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya.

Kasat Lalulintas Polres Jombang, AKP Inggal Widya Perdana mengungkapkan, kecelakaan terjadi Minggu malam (9/4/2017) sekitar pukul 22.30 WIB.

Bermula ketika korban Sumarto mengendarai motor Yamaha Xeon L 5173 X berboncengan dengan istrinya, Dewi Andarini, serta kedua anak, Ines dan Naya, melaju dari arah Desa Tapen menuju Kecamatan Ploso.

Mendekati lokasi kejadian, korban berusaha mendahului kendaraan lain di depannya. Tapi karena kondisi jalan yang rusak dan situasi gelap, korban tidak bisa menguasai kemudi. Kendaraan korban oleng ke kiri.

Apes bagi korban dan keluarganya. Saat itu dalam waktu bersamaan dari arah yang sama melaju truk gandeng bermuatan penuh sepatu nopol L 8644 UD.

Tak ayal, satu keluarga itu terlindas truk yang dikemudikan Heru Budiarto (37) warga Magersari Kota Mojokerto tersebut dan tewas di lokasi kejadian.

"Empat korban meninggal dalam kecelakaan itu," kata Inggal Widya kepada SURYAMALANG.COM, Senin (10/4/2017).

Para pengguna jalan yang mengetahui kejadian itu langsung memberikan pertolongan. Selain itu, mereka juga melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

"Kami sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara). Sopir truk gandeng juga sudah kami amankan. Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan," katanya.

Sejumlah saksi, usai menabrak truk tidak langsung berhenti dan terus melaju, namun berhasil dikejar warga di wilayah Kecamatan Ploso.

Kepada petugas, pengemudi truk, Heru Budiarto mengaku tidak menyadari dirinya telah menabrak motor yang menewaskan empat penumpangnya itu.

"Saya tidak tahu dan tidak terasa sama sekali, karena gelap dan ditambah kendaraan saya muatanya penuh. Tahu-tahu saya dihentikan warga di Ploso yang memberi truk saya menabrak orang," ungkap Budi di Satlantas setempat.

Di kamar jenazah RSUD Jombang, keluarga korban bercerita saat itu Sumarto dan istrinya berniat menuju ke wilayah Nganjuk untuk mengunjungi keluarganya. Saat ini, jenazah keempat korban sudah dibawa kerumahnya di Surabaya untuk dimakamkan.

Penulis: Sutono
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help