SuryaMalang/

Travelling

Begini Gaya Presiden AS Donald Trump saat Liburan, Biaya yang Dikeluarkan Bikin Jantungan

Sejak menjabat Presiden Amerika Serikat tiga bulan lalu, Donald Trump sering menghabiskan akhir pekan di kompleks peristirahatan miliknya, Mar-a-Lago

Begini Gaya Presiden AS Donald Trump saat Liburan, Biaya yang Dikeluarkan Bikin Jantungan
YouTube
Donald Trump 

SURYAMALANG.COM - Sejak menjabat Presiden Amerika Serikat tiga bulan lalu, Donald Trump sering menghabiskan akhir pekan di kompleks peristirahatan miliknya, Mar-a-Lago.

Setelah resmi dilantik menjadi presiden, Trump terhitung sudah menghabiskan tujuh akhir pekan di Mar-a-Lago, resor yang ia beli pada 1985 dan berubah menjadi tempat khusus untuk para anggota klub. Kompleks itu terletak di Palm Beach, wilayah pesisir pantai yang bermandikan matahari.

Kunjungan Trump ke sana membuat gusar para pembayar pajak dan menimbulkan pertanyaan tentang campur aduknya bisnis dan politik.

Pada Kamis (6/4/2017) ia kembali mengunjungi tempat berjuluk 'Gedung Putih Musim Dingin' itu guna menjamu Presiden China, Xi Jinping. Jalan-jalan ditutup, para petugas dinas rahasia berkerumun, dan kapal perang Angkatan Laut berpatroli.

Aktivitas Trump tersebut membuat gusar penduduk setempat, salah satunya adalah Jorge Gonzales.

Gonzales, 35 tahun, menjalankan sebuah perusahaan kecil, Skywords Advertising, dan bidang usahanya betul-betul terbatas di udara. Maka ketika presiden melakukan kunjungan dan menerapkan zona larangan terbang sejauh 16 kilometer, Gonzalez hanya bisa termangu.

"Dulu, kalau ia datang untuk berakhir pekan di sini, kami harus menghentikan usaha kami," kata Gonzalez, yang mempekerjakan tiga pilot lainnya. "Dan sekarang itu dilakukannya setiap akhir pekan."

"Sekitar 97% bisnis saya berlangsung setiap akhir pekan, dan saya meraup penghasilan sebesar 80% antara bulan Januari dan Mei," katanya. "Kami diperingatkan sebelumnya bahwa Trump akan datang sebulan sekali. Dan kami tidak pernah membayangkan ia akan datang setiap akhir pekan."

Gonzalez memperkirakan ia mengalami kerugian sekitar US$65.000 (atau Rp 865 juta) dan kehilangan sejumlah kliennya sejak Trump menjabat sebagai presiden.

"Pada tingkat bisnis seperti ini kami mungkin masih bisa bertahan hingga musim panas," katanya, "tapi saya tidak bisa membayangkan apakah perusahaan kami bisa bertahan hingga lewat musim panas."

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help