Nasional

Kawasan Ini Biasa Disebut ‘Gunung Seks’, Begini Kisahnya Bermula dan Praktik Ritualnya

Maksud hati mencari teman ngalap berkah, tahunya malah jatuh ke pelukan kupu-kupu malam atau laki-laki hidung belang yang cuma mau ngalap birahi.

Kawasan Ini Biasa Disebut ‘Gunung Seks’, Begini Kisahnya Bermula dan Praktik Ritualnya
DAILYMAIL/INTISARI/IST/KOLASE TRIBUNWOW
Ilustrasi: lokasi praktik ritual terlarang di Gunung Kemukus. 

SURYAMALANG.COM, SRAGEN - Mencari pasangan di Kemukus tak semudah yang disangka.

Selain butuh keberanian mengawali perkenalan, peziarah juga harus jeli dalam memilih pasangan untuk melakukan ritual seks di Makam Pangeran Samudro di Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah.

“Piyambak mawon, Mas?” atau “Piyambak mawon, Mbak?” adalah kata-kata kunci pembuka perkenalan di antara peziarah Gunung Kumukus.

Kalau yang ditanya kebetulan memang piyambak mawon alias sendiri saja, maka artinya perkenalan boleh dilanjutkan dengan bercakap-cakap santai di bawah pepohonan.

Kalau keduanya, laki dan perempuan, juga ternyata punya niat yang sama, ngalap berkah Pangeran Samudra, bisa saja malamnya mereka tidur bersama.

Namun, mencari ‘jodoh’ di Kemukus tak semudah yang disangka.

Pemkab Sragen larang wisata Gunung Kemukus
Pemkab Sragen larang wisata Gunung Kemukus (TRIBUN JATENG/SUHARNO)

Selain dibutuhkan keberanian mengawali perkenalan, peziarah juga harus jeli dalam memilih pasangan untuk melakukan ritual seks di Gunung Kemukus.

Maklum, selain kaum peziarah sejati, Kemukus juga dipenuhi laki-laki iseng dan para WTS.

Pelacur yang banyak berkeliaran di seputar makam selalu berusaha mengecoh peziarah.

Dengan gaya lugu mereka selalu mengaku pada siapa saja bahwa mereka juga peziarah dari jauh dan baru pertama kali datang ke Kemukus.

Halaman
1234
Editor: Zainuddin
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help