SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

19 Bendahara Desa di Kota Batu Diperiksa Kejaksaan, Ada Dugaan Penyelewengan Anggaran

Ada aduan penyelewengan penggunaan ADD tahun 2016 dan DD tahun 2015. Dari situ, kami mengklarifikasi dari bendahara Desa Tlekung dan Gunungsari

19 Bendahara Desa di Kota Batu Diperiksa Kejaksaan, Ada Dugaan Penyelewengan Anggaran
IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, BATU - Bendahara desa se-Kota Batu sebanyak 19 orang dipanggil oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu. Hal ini dikarenakan, Kejari menerima laporan adanya dugaan penyelewengan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016 dan penggunaan bantuan Dana Desa (DD) tahun 2015.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Batu, Nur Chusniah menegaskan, dua saksi yang sudah dimintai keterangan belum tentu ditetapkan menjadi tersangka. Pasalnya, penyidik masih mengumpulkan bahan dan keterangan dari saksi lain untuk melengkapi dua alat bukti yang diperlukan. Kejari hanya menindak lanjuti laporan dari masyarakat.

“Ada aduan penyelewengan penggunaan bantuan ADD tahun 2016 dan DD tahun 2015. Dari situ, kami mengklarifikasi dari bendahara Desa Tlekung dan Gunungsari," kata Nur.

Dalam proses penyelidikan ini saksi diharapkan memberikan keterangan sejelas-jelasnya, tentu dilengkapi dokumen yang sah.

"Minggu ini Bendahara Desa Tlekung dan Gunungsari dulu. Minggu depan kita jadwalkan dua bendahara desa yang lain. Kita ingin membandingkan penggunaan ADD dan DD setiap desa dulu," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tlekung Bambang Sumarsono, tidak membantah bila Bendahara Desa Tlekung, Eka Sulistiyowati sudah dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Kota Batu pada Selasa (19/4/2017) siang. Bambang mengatakan, pertanyaan penyidik Kajari Kota Batu fokusnya pada penggunaan ADD tahun 2016 kemarin.

“Staf kami ditanya penyidik soal proses pengadaan mobil dinas Kepala Desa dan sumber anggarannya,” tuturnya.

Seluruh desa, lanjut dia pada akhir tahun 2016 telah membeli mobil dinas jenis Toyota Avanza. Uang yang digunakan untuk membeli mobil dinas Kepala Desa itu ialah dari Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah.

Dari data yang dihimpun SURYAMALANG.COM, sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) No 51/2016 tentang Dana Desa, jumlah bantuan yang dikucurkan untuk 19 desa mencapai Rp 6,4 miliar.

Lalu sesuai Perwali No 52/2016 tentang ADD, jumlah bantuan yang dikucurkan Pemkot Batu sebanyak Rp 19,7 miliar. Tahun kemarin Desa Tulungrejo menerima DD paling besar yaitu Rp 874 juta. Desa Mojoreko paling sedikit menerima bantuan DD, sebesar Rp 722 juta.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help