Travelling

Berpredikat Kota Wisata, Tapi Hutan Wisata di Kota Batu Kondisinya Sungguh Memprihatinkan

"Sayang sekali ya kalau tidak ada perawatan. Padahal hutan kota ini bisa jadi media pembelajaran anak-anak. Sambil baca buku, sambil bermain,"

Berpredikat Kota Wisata, Tapi Hutan Wisata di Kota Batu Kondisinya Sungguh Memprihatinkan
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Sebuah spot wahana di Hutan Kota Bodas, Kota Batu rusak, Kamis (20/4/2017). Warga memberi penyangga dengan bambu dan direkatkan dengan kawat. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Fasilitas di Hutan Kota Bondas, Kota Batu sore hari tampak sepi pengunjung, Kamis (20/4/2017). Hanya ada sekitar delapan pengunjung saja. Itu pun pengunjungnya hanya sekedar duduk-duduk di kursi dan gazebo yang ada di hutan itu. Padahal di belakang, ada spot mainan anak-anak.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM, mainan anak-anak itu tak disentuh sama sekali oleh anak-anak yang bermain di hutan itu. Sesekali mereka hanya bermain mainan sebentar lalu pergi. Itu pun mereka didampingi oleh orang tuanya. Hal itu dikarenakan ada sebagian spot mainan yang rusak, bahkan tak layak digunakan.

Contohnya spot ayunan untuk kaki. Spot wahana itu sudah rusak, bahkan diberi penyangga dari bambu, kemudian direkatkan dengan kawat oleh warga sekitar. Meskipun diberi penyangga, tetap saja tidak bisa digunakan. Di sana, setidaknya ada 13 spot wahana mainan. Ada jungkat-jungkit, olagharga tangan, ayunan kaki, dan masih banyak lagi.

Satu pengunjung Hutan Kota Bondas, Rosiyadi, mengatakan dirinya prihatin apabila fasilitas mainan di hutan ini rusak. Dirinya selalu mengajak anaknya yang masih kecil untuk refreshing sambil belajar di hutan ini. Apalagi lokasi hutan kota ini dekat dengan taman bacaan.

"Sayang sekali ya kalau tidak ada perawatan. Padahal hutan kota ini bisa jadi media pembelajaran anak-anak. Sambil baca buku, sambil bermain," kata Rosiyadi saat ditemui di Hutan Kota Bondas, Kamis (20/4/2017).

Ia mengetahui kalau spot wahana ini sudah rusak sejak seminggu yang lalu. Ia jadi takut membiarkan anaknya bermain tanpa pengawasan dari dirinya. Selain itu, hal yang sama juga diungkapkan oleh Tiara Putri. Siswa SMP itu mengatakan dirinya juga takut mau bermain di spot wahana itu.

"Ngeri mbak. Nanti pas main ayunan kalau pengaitnya rusak gimana. Sayang juga sih kalau rusak, jadi tidak bisa dimanfaatkan," katanya.

Sementara itu, Kabid Persampahan dan Pertamanan, Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Batu, Mawardi, menjelaskan kalau pihaknya belum mengetahui adanya fasilitas yang rusak di Hutan Kota Bodas. Namun ia segera meninjau lokasi itu.

"Yang sebelah mana ya, kok belum tahu. Ya kalau rusak nanti pasti dibenahi. Kalau butuh diganti pasti diganti," kata dia ketika dikonfirmasi SURYAMALANG.COM. Untuk anggarannya, Mawardi masih belum bisa memastikan berapa besaran anggaraan.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help