Home »

Batu

Malang Raya

Ini Kerajinan Unik dari Batu, Ini Kisah Kreatif di Balik Perpaduan Danbo dan Bola Lampu

Tak sekedar Danbo, ia juga memberikan bumbu pernak-pernik nama. Hal itu ia berikan agar tidak terkesan monoton dan agar terlihat ramai.

Ini Kerajinan Unik dari Batu, Ini Kisah Kreatif di Balik Perpaduan Danbo dan Bola Lampu
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Imam Safi'i menunjukkan Danbo Bohlam di kediamannya, Kamis (20/4). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Imam Safi'i dan Ferdian Adi Swartama, memiliki kreativitas membuat kerajinan yang terbuat dari bohlam lampu bekas di kediamannya, di Jalan Darsono Barat, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu.

Mereka membuat produk kerajinan yang memadukan miniatur karakter Danbo dan bola lampu

Mereka sudah bergelut membuat miniatur itu sejak pertengahan tahun 2015. Asal mula mereka membuat kerajina itu ialah karena iseng.

Masyarakat banyak yang tahu kalau karakter Danbo dari Jepang sudah banyak dipasaran. Tetapi hanya sekedar jadi souvenir saja, oleh karena itu, Imam memiliki ide kalau Danbo dipadupadankan dengan bohlam lampu.

Yakni dengan cara dimasukkan ke dalam bohlam lampu. Tentu, Danbo harus diubah menjadi ukuran kecil yang sekiranya bisa termuat di dalam bohlam lampu.

"Saya coba-coba sendiri, memasukkan Danbo ukuran mini biar cukup di dalam bohlam. Eh kok bagus, dan saya coba pasarkan ternyata banyak yang minat," kata Imam, owner Gulti Creative Art Work kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (20/4/2017).

Tak sekedar Danbo, ia juga memberikan bumbu pernak-pernik nama. Hal itu ia berikan agar tidak terkesan monoton dan agar terlihat ramai.

Mereka membutuhkan alat-alat seperti pinset, lem tembak, kayu, amplas, dan lampu warna-warni. Ketika memasukkan hiasan ke dalam bohlam lampu, ia terlebih dahulu memasukkan rumput sintesis.

"Setelah semua selesai, barulah dipasang lampu warna-warni. Lampu itu bisa menyala dengan tombol on-off, dengan memberikan baterai ukuran sedang," imbuh dia berambut keriting itu.

Satu bohlam, ia bandrol dengan harga Rp 80 ribu. Dalam sebulan ia bisa memproduksi sekitar 150 peaces. Pasarannya sampai ke luar negeri, ke Jepang, Itali. Kalau di Indonesia sudah sampai ke Papua.

Produknya bisa sampai ke luar negeri ini karena diperkenalkan oleh TKI yang sedang bekerja di luar negeri. Namun, ia masih belum berani membuka peluang ke luar negeri karena masih terbatas masalah sumber daya.

"Sekarang masih jualan online. Sama dibantu dengan reseller. Ke depan berharap sekali bisa ngirim produksi ke luar negeri. Perlahan-lahan," pungkas dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help