SuryaMalang/

Arema Malang

Laga Kandang Pertama Arema Melawan Bhayangkara FC Harus Suci Dari Flare atau

Musim lalu saat TSC, Arema FC harus kehilangan sekitar Rp 385. juta hanya untuk membayar denda akibat flare

Laga Kandang Pertama Arema Melawan Bhayangkara FC Harus Suci Dari Flare atau
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Aremania menyakan flare usai pertandingan Arema Cronus melawan Persiba Balikpapan dalam Torabika Soccer Championship di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (1/5/2016). Arema Cronus unggul atas tim tamu dengan skor 2-0. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pernyataan keras terkait pelarangan flare dan nyanyian bertema rasis kembali disuarakan Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Arema . Dua larangan itu diharapkan tidak muncul di laga kandang perdana Arema, Minggu ini.

"Musim lalu saat TSC, Arema FC harus kehilangan sekitar Rp 385. juta hanya untuk membayar denda akibat flare dan juga nyanyian yang dilakukan oleh oknum suporter.

Jadi saya memohon untuk musim ini Aremania bisa mematuhi peraturan dengan baik," ucap Abdul Haris, Ketua Panpel Arema FC.

Selain itu, Haris juga menambahkan bahwa jika nantinya masih ada oknum suporter yang nekat membawa flare, smoke bomb dan juga bernyanyi rasis, maka yang dirugikan adalah klub Arema FC. 

"Bisa saja nanti Arema FC main tanpa penonton jika memang masih ditemukan oknum suporter yang menyalakan flare dan juga bernyanyi rasis. Kalau sampai itu terjadi, tentu saja sangat merugikan bagi klub dan juga Aremania," tambahnya.

Pada rapat koordinasi antara Panpel Arema dan Aremania disepakati bahwa pada saat pertandingan nanti Areamania tidak diperbolehkan membawa dan juga menyalakan flare serta menyanyikan nyanyian rasis saat sebelum pertandingan, saat pertandingan maupun sesudah pertandingan.

Hal tersebut mengacu pada aturan yang ditetapkan oleh operator Liga 1.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help