Malang Raya

Pembongkaran Pasar Merjosari Ribut Lagi Karena Ini

Pihak Polres mengundang pihak Dinas Perdagangan. Namun pejabat dari dinas itu tidak bisa memberikan penjelasan yang memuaskan pedagang.

Pembongkaran Pasar Merjosari Ribut Lagi Karena Ini
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Pekerja membongkar atap los blok ikan di Pasar Sementara Merjosari, Kamis (20/4/2017). Pedagang memprotes pembongkaran itu karena lokasi itu masih dipakai berjualan. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Pedagang di Pasar Sementara Merjosari memprotes pembongkaran atap di los blok ikan di pasar itu. Menurut sejumlah pedagang, pembongkaran dilakukan, Kamis (20/4/2017) sekitar pukul 10.00 WIB.

Ketika itu, masih ada aktivitas jual beli di los tersebut. Tak pelak, kegiatan pembongkaran atap itu membuat pedagang marah. Mereka berusaha menghalangi, tetapi tidak digubris oleh petugas.

Pembongkaran dilakukan oleh pekerja dengan didampingi oleh petugas Pengawasan dan Ketertiban (Wastib) Pasar, Satpol PP, dan beberapa aparat. 'Kami mencoba melarang tetapi tidak digubris oleh mereka. Ketika itu masih ada jual beli di sini, masih ramai meski jam 10," ujar Yuni, salah satu pedagang.

Salah satu pedagang yang cukup marah adalah Lilik Churiya. Pedagang ayam ini sempat terkena percikan api las. Ketika itu, pekerja mengelas atap di atas tempat jualannya.

"Saya sudah bilang jangan dibongkar dulu karena masih ada aktivitas di bawah, masih banyak yang jual dan beli. Saya minta mereka untuk menunggu, ternyata tetap diteruskan. Kepala saya juga kena percikan api las. Terpaksa mereka saya pisuhi, saya sudah marah," ujar Lilik kepada SURYAMALANG.COM.

Ketika pekerja dan petugas membongkar atap los ikan itu, masih ada antara 10 - 20 orang pedagang berjualan. Mereka merupakan pedagang ikan segar, ayam, juga daging. Mereka rata-rata berjualan sejak dini hari untuk melayani para pedagang sayur keliling atau mlijo. Aktivitas jual beli di los itu akan sepi sekitar pukul 11.00 Wib.

Akibat pembongkaran itu, belasan pedagang mendatangi Komisi C DPRD Kota Malang. Mereka berharap bertemu Ketua Komisi C Bambang Sumarto, tetapi yang bersangkutan tidak ada di kantor. Dari DPRD Kota Malang, akhirnya pedagang ke Polres Malang Kota.

Pedagang ditemui oleh Kapolres Malang Kota AKBP Hoiruddin Hasibuan. "Kami kemana lagi ngadunya. Kami hanya ingin tempat ini jangan dibongkar, sampai persoalan selesai, seperti kesepatan awal," tegas Lilik.

Dalam pertemuan itu, lanjut Lilik, pihak Polres mengundang pihak Dinas Perdagangan. Namun pejabat dari dinas itu tidak bisa memberikan penjelasan yang memuaskan pedagang.

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan pembongkaran lapak atau kios di Pasar Sementara Merjosari dilakukan secara selektif, yakni hanya tempat yang sudah ditinggalkan pedagangnya.

"Pembongkaran tetap dilakukan sesuai aturan untuk menghindari lapak kosong dipakai PKL liar," lanjut Wahyu. Wahyu juga mengulangi kembali pernyataan sebelumnya jika pembongkaran lapak dilakukan karena ada desakan dari warga sekitar, dan untuk menghindari gesekan dengan warga sekitar.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help