SuryaMalang/

Malang Raya

Anggaran Revitalisasi Museum Pendidikan Kota Malang Akan Diajukan Ke PAK APBD

sudah ada guru yang ditugaskan untuk menggali profil-profil tokoh Malang dan tokoh pendidikan. Sehingga yang datang ke museum jadi tahu

Anggaran Revitalisasi Museum Pendidikan Kota Malang Akan Diajukan Ke PAK APBD
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Museum Pendidikan Kota Malang di kawasan Tlogowaru, Kamis (20/4/2017) 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Anggaran revitalisasi Museum Pendidikan Kota Malang akan diajukan ke Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Kota Malang mendatang atau tahun depan. Sebab kondisi museum masih tertata begitu saja dan terbatas koleksinya.

"Mumpung saya masih bisa mengajukan anggaran," kata Zubaidah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (21/4/2017).

Ia sendiri belum mengetahui anggarannya berapa. Karena itu, ia ingin berkonsultasi dengan ahlinya seperti dari Jatim Park dan Dwi Cahyono, pemilik museum.

"Ya, ini seperti konsultasi. Nantinya akan saya maksimalkan saran dari Jatim Park dan Pak Dwi yang sudah punya pengalaman mengelola museum," kata dia. Dengan begitu ia bisa mengetahui anggarannya sehingga di museum itu layak dikunjungi.

Selain itu juga nanti diisi apa saja agar fungsinya selain untuk edukasi juga rekreasi. Saat ini, lanjutnya, memang masyarakat masih belum bisa mengaksesnya karena koleksinya masih terbatas.

Begitu juga ruang-ruang yang ada, seperti ruang menonton film. Ia ingin nanti ruang itu dimanfaatkan untuk memutar film-film karya siswa sekolah di Malang.

Seperti pernah ia sampaikan ke Mendikbud saat menonton film animasi karya siswa di perpustakaan SMKN 4. Filmnya ingin diputar di studio di museum pendidikan.

"Memang SMK SMA dalam pengelolaan pemprov. Tapi sekolah-sekolahnya kan di Malang. Karya-karya siswa dan guru bisa menyatu semua di sana," papar Zubaidah.

Rencana ke depan nantinya, jika sudah direvitalisasi, kunjungan tamu dari daerah lain akan diterima di museum.

"Sekarang ini juga sudah ada guru yang ditugaskan untuk menggali profil-profil tokoh Malang dan tokoh pendidikan. Sehingga yang datang ke museum jadi tahu," katanya

Ia mencontohkan seperti profil Wali Kota Malang. "Misalkan Wali Kota Tom Uripan itu bagaimana. Mungkin ada yang belum tahu," jelasnya. Bangunan museum dibuat pada tahun 2010 dan dioperasionalkan pada 2011.

Awalnya para siswa berbagai jenjang dijadwalkan kunjungan ke sana. Namun setahun terakhir divakumkan untuk menjelang pembenahan. Namun museum tetap dijaga oleh seorang pegawai untuk selalu dibersihkan.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help