SuryaMalang/

Liga 1

Gonzales Umroh, Arema Krisis Bomber Murni, Akankah Pablo Pino Didaulat Jadi Bomber?

Arema FC masih memiliki nama Dedik Setiawan, Sunarto, Dalmiansyah Matutu dan bahkan Juan Pablo Pino juga bisa dimainkan sebagai pemain depan.

Gonzales Umroh, Arema Krisis Bomber Murni, Akankah Pablo Pino Didaulat Jadi Bomber?
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Juan Pablo Pino, striker baru Arema FC berebut bola dengan Arif Suyono dalam latihan Arema FC di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (18/4/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Arema FC mengalami krisis penyerang murni saat menghadapi Bhayangkara FC pada lanjutan kompetisi Gojek Traveloka Liga 1, Minggu (23/4/2017). Ya, sang bomber utama Cristian Gonzales harus absen karena tengah menjalankan ibadah umroh.

Selain nama Gonzales, sebenarnya Arema FC masih memiliki beberapa nama yang bisa dimainkan sebagai striker. Arema FC masih memiliki nama Dedik Setiawan, Sunarto, Dalmiansyah Matutu dan bahkan Juan Pablo Pino juga bisa dimainkan sebagai pemain depan.

Akan tetapi nama-nama tersebut belakangan selalu kalah bersaing dengan bomber senior Cristian Gonzales. Selain itu, posisi asli mereka bukanlah striker murni layaknya Cristian Gonzales. Sehingga pelatih Arema FC Aji Santoso masih belum memutuskan akan menurunkan siapa sebagai ujung tombak pada saat menjamu Bhayangkara FC.

"Saya kira tidak masalah meskipun Gonzales harus absen pada laga besok. Sebab, pada dasarnya filosofi sepak bola yang kami kembangkan di Arema FC ini adalah kolektif. Jika ada Gonzales tentu akan lebih baik. Tetapi ketika dia tidak bisa main, kami sudah siapkan alternatif lain," ucap Aji Santoso Kamis (20/4/2017).

Kendati demikian, pada latihan terakhir jelang menjamu Bhyangkara FC, pelatih Arema FC Aji Santoso terlihat mencoba Dedik Setiawan untuk dimainkan sebagai ujung tombak. Ia menilai Dedik Setiawan sudah semakin berkembang secara kemampuan.

"Sebenarnya kami ingin mecoba Sunarto dan Dedik untuk alternatif pengganti Gonzales. Tetapi Sunarto mengalami sedikit masalah dengan kakinya. Sehingga kami mencoba untuk mengasah Dedik agar bisa maksimal saat bermain melawan Bhayangkara FC Minggu mendatang," kata pelatih 47 tahun tersebut.

Ia juga menilai, bahwa pemain jebolan Persekam Metro FC Malang tersebut sudah semakin berkembang secara personal dan juga skill olah bolanya. Bahkan mantan pelatih timnas U-23 tersebut memberikan pujian kepada Dedik Setiawan.

"Dedik sekarang sudah semakin berkembang. Sentuhan bola dan juga pergerakannya sudah semakij bagus. Saya kira dia sudah semakin pintar dalam bermain bola sekarang," jelasnya.

Sementara itu, terkait bermain home perdana tak membuat Arema FC meresa terbebani. Mantan pelatih Persela Lamongan tersebut menilai bahwa hal tersebut sebagai keuntungan bagi Arema FC. Sebab, dukungan Aremania akan menjadi motivasi tambahan untuk bisa meraih tiga poin pada saat partai home perdana tersebut.

"Akan sangat bagus bagi pemain bermain laga home perdana. Saya rasa tidak akan jadi beban buat pemain. Sebab, bermain di depan publik sendiri akan menambah motivasi bagi mereka untuk bisa menampilkan yang terbaik saat lawan Bhayangkara FC," timpal pelatih asal Kepanjen tersebut.

Disisi lain, Ia menilai tekanan dari suporter akan bagus untuk membangun mental bertanding yang kuat untuk para pemain Arema FC khususnya pemain muda. Ketika mental sudah terbangun dengan baik maka permainan di lapangan akan lebih cepat berkembang dengan baik.

"Mereka itu pemain professional dan sudah bertahun-tahun berkompetisi di kasta tertinggi Indonesia. Kehadiran Aremania di Stadion tidak akan jadi beban bagi para pemain. Justru mereka sudah tau caranya menghadapi tekanan Aremania karena sudah terbiasa.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help