SuryaMalang/

Tahanan Polres Malang Kabur

Polres Malang Perketat Pemeriksaan Bawaan Pembesuk Tahanan

Bahkan, dalam memeriksa barang bawaan pembesuk atau tubuh pembesuk dilakukan dengan menggunakan alat metal detektor.

Polres Malang Perketat Pemeriksaan Bawaan Pembesuk Tahanan
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, menunjukkan gergaji besi yang dibawa istri tahanan Polres Malang, Jumat (21/4/2017). Gergaji itulah yang dijadikan senjata 17 tahanan untuk kabur. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pemeriksaan terhadap barang bawaan yang dibawa pembesuk tahanan Polres Malang diperketat. Hal ini setelah kaburnya 17 tahanan Polres Malang dan diketahui adanya pembesuk yang lolos menyelundupkan gergaji besi ke dalam tahanan.

Berita Terkait : BREAKING NEWS - Bermula dari Bra dan Payudara, 17 Tahanan Polres Malang Kabur

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, pihaknya telah memerintahkan pemeriksaan diperketat terhadap barang bawaan keluarga pembesuk tahanan sesuai standar operasional (SOP) aturan Kapolri.

Bahkan, dalam memeriksa barang bawaan pembesuk atau tubuh pembesuk dilakukan dengan menggunakan alat metal detektor.

"Kami sudah perintahkan peralatan metal detector harus digunakan untuk pemeriksaan barang bawaan pembesuk dan tubuh pembesuk tahanan," kata Yade Setiawan Ujung, Jumat (21/4/2017).

Memang, diakui Yade Setiawan Ujung, banyaknya kekurangan fasilitas di ruang tahanan telah menjadi persoalan atas kaburnya para tahanan.

Selain jumlah tahanan mengalami kelebihan kapasitas, juga bangunan tahanan sudah tua serta fasilitas infrastruktur dirasa masih butuh tambahan.

"Untuk itu, kami saat ini berusaha melengkapi infrastruktur tahanan," tandas Yade Setiawan Ujung.

Sementara salah satu kerabat pembesuk tahanan Polres Malang mengatakan, kalau pemeriksaan terhadap pembesuk tahanan diperketat. Semua barang bawaan dan tubuh diperiksa semuanya.

"Iya tadi cukup ketat pemeriksaan pada kami, dan tidak seperti sebelumnya, apa karena ada yang kabur itu ya," tutur salah satu kerabat pembesuk yang tidak mau disebut namanya.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help