Malang Raya

Rayakan Hari Kartini, SMP Islam Sabillilah Kota Malang Gelar Aneka Lomba

"Semua siswa dilibatkan di lomba karena kami yakin setiap anak selalu punya potensi," kata Kusmiyati, ketua pelaksana lomba kepada SURYAMALANG.COM.

Rayakan Hari Kartini, SMP Islam Sabillilah Kota Malang Gelar Aneka Lomba
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Siswi SMP Islam Sabillilah Kota Malang sedang menyelesaikan desain kebaya untuk memeriahkan Hari Kartini di sekolahnya, Jumat (21/4/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Memeriahkan Hari Kartini, seluruh siswa kelas 7 dan 8 SMP Islam Sabillilah Kota Malang dilibatkan dalam berbagai lomba. Sedang siswa kelas 9 masih mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Jumat (21/4/2017).

Lomba-lomba itu adalah cipta puisi, menulis cerpen, desain batik, desain poster, desain baju Kartini modern, orasi dan membaca puisi serta membuat kata mutiara.

"Semua siswa dilibatkan di lomba karena kami yakin setiap anak selalu punya potensi," kata Kusmiyati, ketua pelaksana lomba kepada SURYAMALANG.COM.

Kegiatan dilakukan di kelas-kelas kecuali lomba membaca puisi dan orasi dilakukan di halaman sekolah dengan mendirikan panggung kecil. Agar semarak, saat membaca puisi dan orasi, ada musik dari elektone yang dimainkan staf humas sekolah.

Sedang juri lomba orasi dan membaca puisi melibatkan Majelis Orangtua Siswa (MOS). Tema lomba adalah "Perempuan Sebagai Agent of Change Pembentukan Karakter Bangsa".

Di salah satu kelas untuk lomba desain kebaya Kartini modern, Rania Jilan Hania, kelas 7B menyelesaikan desain kebaya modern.

"Kebayanya bisa untuk pesta," kata Rania. Menurutnya, ia memang suka menggambar. Meski awalnya untuk mendesain agak sulit. Panitia menyediakan waktu 1,5 jam untuk lomba ini.

Sedang siswa pria yang ikut lomba desain membuat baju pria. Lomba yang paling banyak diikuti adalah menulis cerpen hingga dua kelas. Siswa menulis tangan di lembar kertas. "Untuk menjaga orisionalitas," kata Kusmiyati yang juga humas sekolah.

Menurut dia, sekolah mengadakan kegiatan ini agar anak-anak memaknai bahwa pendidikan dan pengajaran yang dicita-citakan Kartini terwujud.

"Sebenarnya banyak penjuang perempuan yang sama seperti Kartini. Ada Dewi Sartika, Cut Nyak Din juga menginginkan hal yang sama untuk mencapai emansipasi tanpa harus meninggalkan kodratnya," kata dia.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help