SuryaMalang/

Malang Raya

Wisudawan IPK Tertinggi Unikama Ini Ternyata Biayai Kuliahnya Sendiri, Simak Perjuangannya

Karena ketiadaan biaya, Dheny harus mengumpulkan uang dengan cara bekerja di industri bidang mebel di Blitar.

Wisudawan IPK Tertinggi Unikama Ini Ternyata Biayai Kuliahnya Sendiri, Simak Perjuangannya
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Wisudawan terbaik Unikama, Dheny Dwi Purwanto. 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Dheny Dwi Purwanto mendapat predikat sebagai wisudawan terbaik dalam wisuda semester ganjil 2017 Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama).

Mahasiswa Ilmu Hukum itu mengantongi IPK 3,88 dalam masa studi yang hanya 3 tahun 8 bulan.

Mengangkat tema skripsi Status Yuridis Hak Atas Tanah Serta Upaya Persertifikatan Tanah di Dusun Tambakrejo Desa Ngadri Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar, Dheny mendapatkan hasil bahwa 70 persen warga dusun tersebut belum mendaftarkan tanah mereka.

"Masyarakat belum mengetahui pentingnya pendaftaran tanah, padahal tanah merupakan investasi cepat dan rawan sehingga akan membahayakan jika tidak didaftarkan," ujar laki-laki kelahiran 28 Juli 1990 itu pada SURYAMALANG.COM, Jumat (21/4/2017).

Lulusan SMKN 1 Blitar itu sempat bekerja selama 4 tahun setelah lulus SMK sebelum berkuliah. Karena ketiadaan biaya, Dheny harus mengumpulkan uang dengan cara bekerja di industri bidang mebel di Blitar.

"Saya lulus SMK tahun 2009 dan mengumpulkan uang untuk biaya kuliah dari bekerja sebagai buruh meubel, sehingga baru bisa berkuliah pada 2013," cerita anak kedua dari tiga bersaudara itu.

Ia juga masih bekerja di tempat yang sama ketika berkuliah di Unikama. "Dalam seminggu, ketika tidak ada kuliah saya langsung pulang ke Blitar untuk bekerja sampai lembur," ujarnya.

Meskipun begitu, Dheny masih sempat untuk aktif berorganisasi di Senat Mahasiswa Fakultas Hukun Unikama, bahkan pernah menjadi ketua umum.

"Pembagian waktu saya lakukan dengan pemampatan rencana studi, sehingga saya masih bisa berkuliah, bekerja, berorganisasi, dan mengikuti lomba karya ilmiah," terang Dheny yang juga pernah mendapat beasiswa dari Unikama selama 2 semester.

Ia beruntung mendapat dukungan penuh dari kedua orangtuanya yang bekerja sebagai buruh tani di Blitar. Ia juga mendapat dukungan dari pihak Unikama yang mengijinkannya bekerja sambil berkuliah.

Selain itu, ia sangat bersyukur memiliki teman-teman yang selalu siap membantu.

Ke depan, Dheny berharap bisa melanjutkan kuliah S2 jika ada biaya. "Kalau tidak, saya ingin bekerja di bidang hukum sambil mungkin mengembangkan usaha sampingan mebel," tutupnya. 

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help