Malang Raya

Pabrik Baru Greenfields di Ngajum Kab Malang Produksi 70 Juta Liter Susu per Tahun

Total investasi untuk pabrik baru ini mencapai Rp 335 miliar. Rinciannya Rp 235 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp 100 miliar untuk modal kerja.

Pabrik Baru Greenfields di Ngajum Kab Malang Produksi 70 Juta Liter Susu per Tahun
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto, menggunting pita sebagai tanda peresmian pabrik baru PT GreenFields Indonesia di Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, NGAJUM - PT Greenfields Indonesia meresmikan pabrik baru di Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang dengan kapasitas produksi 70 juta liter per tahun.

Pabrik ini lebih besar dibanding pabrik lama di Desa Babadan, Kecamatan Ngajum yang mempunyai kapasitas produksi 24 juta liter per tahun.

Total investasi untuk pabrik baru ini mencapai Rp 335 miliar. Rinciannya Rp 235 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp 100 miliar untuk modal kerja. Pabrik baru ini menyerap sekitar 100 tenaga kerja lokal.

Dengan beroperasinya pabrik ini, maka produksi pabrik di Babadan akan mulai dikurangi dan dialihkan ke sini. Pabrik ini sepenuhnya untuk pengolahan susu, tanpa ada peternakan. Bahan baku susu dipasok dari peternakan di Babadan dan nantinya juga dari Wlingi.

“Kalau dari Babadan, susu dibawa dengan truk pendingin hanya sekitar 20 menit. Kalau dari Wlingi sekitar 1,5 jam. Masih oke untuk produksi, tidak terlalu lama,” ujar Head of Dairy Manufarturing Southeast Asia PT Greenfields Indonesia, Darmanto Setyawan, Kamis (4/5/2017).

Dengan pabrik baru ini, PT Greenfields mampu melipatgandakan produksi. Selain itu juga akan semakin menguatkan Greenfileds sebagai produsen susu segar nomor satu di Indonesia. Berdasarkan survey Nielsen, Greenfields menguasai 54 persen pasar susu pasteurisasi di Indonesia.

Pabrik baru ini nantinya juga untuk menunjang ekspor ke negara-negara di Asia Tenggara. Yang terbaru adalah Kamboja dan Myanmar.

“Kami akan berupaya masuk ke lebih banyak pasar Internasional,” ujar Managing Director of AustAsia Dairy Groups, Edgar Collins.

Terkait investasi di pabrik Palaan, Collins menyebut angkanya empat kali lipat investasi di Babadan. Pabrik ini diklaim ramah lingkungan, dengan bahan bakar cangkang kelapa sawit dan cangkang kemiri. Bahkan sudah mendapat pengakuand ari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sebagai pabrik yang menerapkan konservasi energi.

Tahun 2016 Pt Greenfields Indonesia mampu meraup laba sebesar Rp 400 miliar. Dengan beroperasinya pabrik baru ini, PT Greenfields menargetkan keuntungan sebesar Rp 500 miliar. Sebab meski sudah punya pabrik baru, peternakan di Wlingi belum menghasilkan susu.

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help