Malang Raya

Tahun 2021, Menteri Perindustrian Targetkan Penyerapan Susu Rakyat Mencapai 40 Persen

“Route map-nya sedang akan dibahas dengan Pak Presiden. Karena prosesnya sangat cepat, rentang waktunya hanya empat tahun,”

Tahun 2021, Menteri Perindustrian Targetkan Penyerapan Susu Rakyat Mencapai 40 Persen
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto, menggunting pita sebagai tanda peresmian pabrik baru PT GreenFields Indonesia di Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, NGAJUM - Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto menargetkan, tahun 2021 penyerapan susu dari peternakan rakyat oleh industri mencapai 43 persen. Salah satu upaya untuk mencapai target ini dengan meminta industri susu menjalin kemitraan sekurangnya dengan tiga koperasi peternak.

“Route map-nya sedang akan dibahas dengan Pak Presiden. Karena prosesnya sangat cepat, rentang waktunya hanya empat tahun,” ungkap Airlangga, saat meremikan pabrik baru PT Greenfields Indonesia, di Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Kamis (4/5/2017).

Selama ini serapan susu dari peternakan rakyat hanya 23 persen. Padahal di Indonesia ada 58 industri pengolahan susu. Sayangnya dari jumlah tersebut hanya delapan perusahaan yang bermitra dengan peternak, dan menyerap produksi susu dalam negeri.

Airlangga mengungkapkan, tahun 2016 kebutuhan bahan baku susu segar dalam negeri untuk industri pengolahan susu adalah sekitar 3.700.000 ton. Sebanyak 854 ton atau setara 23 persen dipenuhi produksi dalam negeri. Sisanya, sekitar 2.800.000 ton atau 77 persen masih impor.

“Salah satu tujuan kemitraan itu salah satunya menggenjot produksi dalam negeri, agar diserap industri yang ada. Memang harus ada revitalisasi peternakan rakyat, karena seorang peternak baru bisa untung jika sekurangnya punya 10 ekor sapi,” ujar Airlangga.

Dari sisi tingkat konsumsu susu nasional, Indonesia hanay 12,1 kg/kapita/tahun. Angka ini masih kalah dengan negara-negara lain di Asean. Seperti Malaysia yang mencapai 36,2 kg/kapita/tahun, Myanmar 26,7 kg/kapita/tahun, Thailand 22,2 kg/kapita/tahun, dan Philipina 17,8 kg/kapita/tahun.

Melihat angka tersebut, industri susu nasional dianggap masih sangat menjanjikan. Karena konsumsi susu nasional masih bisa ditingkatkan dua kali lipat. Bahkan Airlangga menyarankan agar Greenfields menolak tawaran Menteri Pertanian Malaysia, yang memberikan fasilitas 5000 hektar tanah agar Greenfields membuka pabrik di sana.

“Kalau hanya 5000 hektar, tolak saja pak. Karena kami bisa memberikan lebih luas dari itu, asal jangan di Pulau Jawa. Mau di Kalimantan, Sulawesi, atau di Sumatera Utara?” ujar Airlangga kepada Komisaris Utama PT JAPFA Comfeed Indonesia Tbk (Induk Perusahaan PT Greenfields), Syamsir Siregar.

Penulis: David Yohanes
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help