SuryaMalang/

Bangkalan

Perhatikan Perilaku Sejumlah Orang di Puskesmas Ini, Bikin Geram Sekaligus Marah

Foto selfie sejumlah orang berlatar belakang Kades H Dofir yang sedang terbaring berlumuran darah, menuai kriti tajam dari netizen.

Perhatikan Perilaku Sejumlah Orang di Puskesmas Ini, Bikin Geram Sekaligus Marah
SURYAMALANG.COM/Ahmad Faisol
Screenshots profil BBM tentang aksi selfie dengan latar korban penganiayaan di Puskesmas Blega tersebar di media sosial sejak Kamis (11/5/2017). 

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Upaya penyelamatan korban penganiayaan, Kepala Desa Karang Gayam, H Dofir (42) tercoreng dengan ulah sejumlah orang di Puskesmas Blega.

Foto selfie sejumlah orang berlatar belakang Kades H Dofir yang sedang terbaring berlumuran darah, menuai kriti tajam dari netizen. Bahkan, perilaku mereka juga menuai teguran keras dari instansi terkait.

Seperti yang dilontarkan pemilik akun Facebook, Aydi yang menuliskan, “Astagfirullah .. Ya Allah .. Bagaimana seandainya mereka yg jadi pasien terluka .. Dimana etika profesi dan moral mereka ..”

Akun lainnya, Siti Arrahmah berkomentar singkat, “Ini krg ajar”.

Sedangkan akun Badrus Syahid berkomentat, “Sebenarnya foto” kayak gitu gak boleh di sebar luaskan biar gak tambah memas keluarga korban. Klo seperti ini kan seperti memprofokator 2 belah pihak”.

Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kabupaten Bangkalan, Muhyi mengecam perilaku sejumlah orang di Puskesmas Blega itu. Menurutnya, hal itu tidak etis dan sangat tidak profesional.

“Instansi atau pemerintah harus bertindak tegas atas kejadian itu agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Muhyi kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (12/5/2017).

Gambar tersebut merupakan hasil screenshots akun BlackBerry Messenger (BBM) ®eni hod®i dengan caption, “Anak” puskesmas malah pose haduhhh tak eddep (gagal paham)”.

"Saya tahunya dari media sosial (medsos) postingan Moh Iqbal Fatoni, Ketua DKR Kabupaten Sampang. Kamis sudah koordinasi dengan instansi terkait agar mereka diberi sanksi,” tandas Muhyi.

Pihak UPT Dinas Kesehatan Bangkalan di Puskesmas Blega telah melayangkan surat panggilan terhadap perawat puskesmas berinisial HT (33) pada tertanggal 12 Mei 2017. Pemanggilan itu untuk minta keterangan terkait pelanggaran etika.

HT juga mendapat surat teguran karena melanggar etika sebagai perawat. Dalam surat pernyataan, HT mengaku menyesal dan memohon maaf atas foto selfie yang tersebar di masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Muzakki mengaku telah koordinasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bangkalan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Komisi Kode Etik atas kejadian tersebut.

“IDI bergerak ke Blega hari ini. Semoga hasil pembinaan dan bimbingan berdampak positif. Sehingga kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Muzakki.

Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help