SuryaMalang/

Travelling

Elis Dwi Wulandari, Mahasiswi UM Ini Buang Kepenatan dengan Cara Jalan-Jalan ke Alam Bebas

Elis bisa melihat keberagaman tumbuhan dan suara hewan. Baginya, hal semacam itu perlu disyukuri karena tidak banyak tempat untuk bisa menikmati alam

Elis Dwi Wulandari, Mahasiswi UM Ini Buang Kepenatan dengan Cara Jalan-Jalan ke Alam Bebas
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Elis Dwi Wulandari 

SURYAMALANG.COM - Elis Dwi Wulandari (23) punya cara tersendiri untuk menghilangkan kepenatan. Apalagi di masa akhir perkuliahannya, ia kerap mendapatkan tugas-tugas kuliah yang terkadang menjenuhkan.

Untuk mengatasi itu, mahasiswi Universitas Negeri Malang (UM) itu kerap memilih berpetualang ke alam.

Tak seperti kebanyakan orang yang berpetualang untuk melihat pemandangan, bagi Elis tak cukup sekadar untuk menikmati alam. Perlu ada rasa syukur saat berpetualang di alam. Menurutnya, rasa syukur itulah yang membuat ia merasa nyaman dan tenang.

“Bisa mengurangi beban tugas kuliah,” katanya.

Di hutan, Elis bisa melihat keberagaman tumbuhan dan suara hewan. Baginya, hal semacam itu perlu disyukuri karena tidak banyak tempat untuk bisa menikmati keindahan isi alam.

Dan yang tidak ketinggalan, ketika pergi ke hutan, Elis selalu membawa perbekalan makanan. Bukan nasi atau mi instan, Elis lebih suka membawa roti.

“Bawa roti sedikit saja sudah kenyang, kalau bawa mi atau beras malah berat,” ujarnya.

Sekali pun kerap bepergian ke alam, ternyata Elis tidak ketinggalan dengan gaya kehidupan perkotaan. Gadis yang tergabung dalam Hijab Model Hunt Community itu juga kerap menjadi model dalam beberapa event.

Selain menjadi model, Elis juga melatih taekwondo anak-anak sekolah dasar. Kegemarannya berlatih bela diri sudah tumbuh sejak kecil. Ia lantas tekun mempelajari bela diri khususnya taekwondo.

Ia mengaku nyaman berlatih taekwondo sebagai seorang perempuan. Pasalnya, latihan taekwondo lebih sering menggunakan kaki sebagai gerakan utama.

Menurutnya yang utama ketika berlatih bela diri adalah bagaimana caranya untuk bisa menjaga diri agar disiplin dan terukur dalam bertindak.

“Namanya juga ilmu bela diri, jadi harus digunakan untuk membela diri, bukan untuk menyakiti atau menakuti orang,” katanya.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help