SuryaMalang/

Surabaya

Awas Ada Pabrik Tepung dari Bahan Roti Kadaluarsa, Begini Proses Pengolahannya

Bukan itu saja,roti-roti kadaluarsa yang diproses ulang itupun terletak dalam satu gudang bersama barang rosokan.

Awas Ada Pabrik Tepung dari Bahan Roti Kadaluarsa, Begini Proses Pengolahannya
SURYAMALANG.COM/Fatkhulalami
Petugas menunjukan bahan tepung berbahan roto kaduluarsa di Jl Bulak Banteng Madya Surabaya, Kamis (18/5/2017). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tim Satgas Pangan Polrestabes Surabaya terus bergerak melakukan penindakan. Kali ini sebuah gudang yang memproduksi tepung dari roti kaduluarsa di Jl Bulak Banteng Madya XIV/13 Surabaya digerebek, Kamis (18/5/2017) petang.

Gudang tersbeut digrebek lantaran dijadikan tempat memproduksi tepung yang dibuat dari roti kadaluarsa alias bekas. Gudang milik produsen tepung itu mengepul roti sisa dan bahkan sudah membusuk untuk kemudian dikeringkan.

Dua gudang penimbunan pun dipenuhi roti kadaluarsa yang mulai membusuk dengan aroma menyengat. Bukan itu saja,roti-roti kadaluarsa yang diproses ulang itupun terletak dalam satu gudang bersama barang rosokan.

Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Indra Wiguno mengatakan, penggerebekan gudang tempat produksi tepung dari roti kadaluarsa itu berawal dari temuan tim di lapangan, yang mencurigai produk makanan ringan tak berizin, beredar di masyarakat.

“Dari produk makanan ringan yang dikenal dengan sumpia itu, kemudian kami temukan jika di tempat produksi itu ada bahan baku yang digunakan tak layak konsumsi, yakni tepung dari roti kadaluarsa yang dicampur dengan tepung biasa,” kata Bayu, Kamis (18/5/2017).

Polisi masih belum menetapkan tersangkanya dalam kasus penyalahgunaan tepung yang berbahan roti kadaluarsa itu.

Informasi yang didapat dilokasi, roti kadaluarsa dibeli dari pengepul roti kadaluarsa bernama Rosiki.

“Petugas masih akan memanggil siapa saja yang berperan dalam kasus ini, selanjutnya baru bisa kami simpulkan peran masing-masing dan menetapkan siapa yang menjadi tersangkanya,” terang Bayu

Said selaku produsen melalui istrinya mengaku, tidak mengetahui kalau tepung yang dibuat dari roti kadaluarsa digunakan kegiatan produksi makanan ringan.

“Memang yang buat suami saya, dari roti kadaluarsa, dikeringkan, kemudian digiling, jadi seperti tepung, kemudian dijual untuk pakan ternak mas,” katanya..

Maesaroh, warga Bulak Banteng 4 menuturkan, dirinya menjual tepung dari roti kadaluarsa itu kepada Budiono, untuk diolah menjadi makanan ringan yang dijual di pasar-pasar.

Dirinya mengaku mendapat harga Rp.2.500 per kilogram, dan dijualnya kembali seharga Rp. 4.500 perkilogramnya.

“Saya tau kalau itu dari roti bekas, tapi saya pilih bahan yang bagus mas, kalau ada jamurnya sedikit atau kotor tidak jual ke Budiono,” tutur Maesaroh

Budiono sendiri, sebagai produsen makanan ringan sumpia itu mengaku tidak tahu jika,tepung yang dibelinya dari Maesaroh adalah tepung yang terbuat dari roti kadaluarsa.

Penulis: fatkhulalami
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help