SuryaMalang/

Malang Raya

Direktur Penindakan Terorisme BNPT : Malang Raya Aman dari Teroris, Tapi . . .

di Malang memang belum menjadi target utama. Namun begitu, perencanaan aksi terorisme di beberapa daerah luar Malang sering dilakukan di Malang

Direktur Penindakan Terorisme BNPT : Malang Raya Aman dari Teroris, Tapi . . .
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, PAKIS - Direktur Penindakan Terorisme Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Torik Triyono mengatakan kawasan Malang Raya sejauh ini aman dari bahaya terorisme.

Namun, BNPT yang bersinergi dengan TNI/Polri tetap menjaga kewaspadaan karena gerakan teroris bisa terjadi sewaktu-waktu. Apalagi, kawasan Malang Raya memang beberapa kali sempat menjadi tempat beraktivitasnya sejumlah terduga teroris. Oleh sebab itu, meskipun saat ini kondisi terpantau aman kewaspadaannya, tetap dijaga.

"Tugas BNPT untuk menyiapkan kesiapsiagaan personal dalam rangka menanggulangi ancaman terorisme," kata Torik, Kamis (18/5/2017).

Torik membeberkan, di Malang memang belum menjadi target utama. Namun begitu, perencanaan aksi terorisme di beberapa daerah luar Malang sering dilakukan di Malang.

"Malang sejauh ini aman, tapi perencanaan beberapa orang teroris dilakukan di Malang, misalnya Bom Thamrin," jelasnya.

Torik juga menjelaskan tentang gelombang ISIS yang terus mengalir dari Suriah. Data yang dimiliki BNPT, 900 warga Indonesia telah berhijrah ke Suriah. Sebanyak 74 diantaranya telah kembali ke Indonesia. Mereka tersebar di seluruh Indonesia.

Kembalinya WNI yang pernah ke Suriah ini diwaspadai oleh petugas. Pasalnya, bukan tidak mungkin mereka membawa paham radikalisme yang dipelajari di Suriah. Terkait hal ini, BNPT juga telah melakukan pencegahan. Melalui program Kontra Radikalisme dan kontra ideologi.

"Itu yang terpantau ya," tegas Torik menjelaskan jumlah WNI yang kembali dari Suriah.

Dalam kunjungannya ke Mako Brimob Batlayon B Pelopor Polda Jatim, Triono menyaksikan langsung simulasi penanganan teroris. Simulasi yang melibatkan TNI/Polri itu digelar di lapangan bola dan lapangan tembak Mako Brimob Batalyon B Pelopor Polda Jatim.

Dalam simulasi itu, dua bom diledakkan sebagai bahan simulasi. Petugas juga bergerak untuk menumpas teroris yang baru saja meledakkan bom. Teroris sempat menembakkan senjata yang membuat satu orang tewas ditempat. Ambulance dan tim Inafis juga diturunkan untuk evakuasi dan identifikasi. Terakhir, soal senjata, Torik mengatakan senjata pasukan saat ini sudah terstandarisasi.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help