SuryaMalang/

Malang Raya

Kasihan, Datang ke Sekolah untuk Wisata ke Yogyakarta, Ratusan Siswa Ini Hanya Bisa Gigit Jari

Setelah memastikan jumlah siswa yang ikut wisata, pihak sekolah membuat kesepakatan tertulis bermaterai dengan AS.

Kasihan, Datang ke Sekolah untuk Wisata ke Yogyakarta, Ratusan Siswa Ini Hanya Bisa Gigit Jari
YouTube/CCTVNews
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM, TUREN - Penipuan berkedok biro perjalanan wisata terjadi di Kabupaten Malang. Sebuah SMP di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang menjadi korban penipuan pelaku yang mengaku dari agen biro perjalanan wisata.

Kapolsek Turen, Kompol Agus Guntoro mengaku telah menerima laporan dari perwakilan SMP pada Kamis (18/5/2017). Panitia pun terpaksa mengembalikan biaya wisata kepada 144 siswa yang akan ikut wisata ke Yogyakarta.

“Setelah itu pihak sekolah lapor kepada kami,” kata Agus Guntoro kepada SURYAMALANG.COM.

Penipuan itu berawal dari kedatangan pelaku berinisial AS ke sekolah pada Maret 2017. Pelaku mengaku sebagai agen Sales Go Wisata Tour & Travel. Pelaku menawarkan paket wisata ke sejumlah daerah. Setelah diskusi dengan sejumlah guru, kepala sekolah memilih tujuan wisata ke Yogyakarta.

“Pertimbangan ke Yogyakarta karena biayanya paling murah. Apalagi sekolah jarang menggelar wisata usai ujian. Makanya memilih biaya murah agar tidak membebani siswa,” ungkap Agus Guntoro.

Setelah diputuskan tujuan wisata, pihak sekolah menarik biaya Rp 285.000 per siswa. Rencannaya wisata berangkat pada 13 Mei 2017, dan kembali ke Malang pada 14 Mei 2017 malam.

Setelah memastikan jumlah siswa yang ikut wisata, pihak sekolah membuat kesepakatan tertulis bermaterai dengan AS. Sesuai kesepakatan, 50 persen biaya wisata dibayar dahulu.

Setelah menerima pembayaran 50 persen, pelaku berulangkali datang ke sekolah untuk minta sisa pembayaran. Akhirnya sekolah pun melunasi pembayaran itu disertai kuitansi.

Sesuai kesepakatan, siswa dan orang tua yang ikut wisata datang ke sekolah pada 13 Mei 2017 pukul 07.00 WIB. Namun, bus travel yang akan mengantar para siswa berwisata tidak kunjung datang.

Para guru langsung menghubungi pelaku melalui telepon. AS menyebut bus terlambat datang ke SMP itu karena terjebak kemacetan.

Para guru kembali menelpon AS pada pukul 09.00 WIB. Namun ponsel pelaku sudah tidak bisa dihubungi.

Akhirnya kepala sekolah bersama guru memberitahukan kondisi yang terjadi kepada orang tua dan siswa pada siang harinya. Akhirnya diputuskan wisata ke Yogyakarta batal, dan biaya wisata dikembalikan ke peserta.

“Kami masih mengejar pelaku,” tutur Agus Guntoro.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help