SuryaMalang/

Malang Raya

Gebyar Paud, 8000 Siswa Kota Malang Senam Bersama di Lapangan Rampal

Sebanyak 8000 siswa pendidikan anak usia dini (Paud) Kota Malang mengikuti senam bersama dalam bentuk gerak dan lagu di Lapangan Rampal

Gebyar Paud, 8000 Siswa Kota Malang Senam Bersama di Lapangan Rampal
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Bunda Paud Kota Malang Hj Dewi Farida Suryani ikut bersenam bersama 8000 siswa dalam Gebyar Paud, di Lapangan Rampal, Jumat (19/5/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Sebanyak 8000 siswa pendidikan anak usia dini (Paud) Kota Malang mengikuti senam bersama dalam bentuk gerak dan lagu di Lapangan Rampal, Jumat (19/5/2017).

Bahkan Bunda Paud Kota Malang, Hj Dewi Farida Suryani ikut bersenam. Sedang pendamping siswa ada 800 guru.

Acaranya dibalut dalam "Gebyar Paud". Suasana sangat meriah. Agar gerakannya sama, ada tutor di atas panggung yang memandu. Usai senam, para siswa diarahkan kembali ke tenda-tenda sesuai asal kecamatan lembaga.

Sedang di tenda sebelah barat disiapkan panggung kreasi yang diisi pementasan siswa. Seperti menampilkan kesenian tari tradisional oleh siswa. Sedang untuk guru-gurunya juga ada stand-stand per kecamatan menampilkan keunggulannya.

"Gebyar Paud ini setiap tahun kita adakan untuk mengapresiasi siswa dan guru sehingga bisa meningkatkan kreatifitasnya," jelas Suyitno, Kabid Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal Dindik Kota Malang kepada SURYAMALANG.COM.

Kegiatan untuk memeriahkan Hardiknas dan HUT Kota Malang ke 103. Salah satu stand dari guru yang ramai dikunjungi peserta adalah stand Kecamatan Kedungkandang. Yang ditampilkan produk wirausaha seperti kue kering, jamu dll.

"Di Kecamatan Kedungkandang ada 13 gugus. Jumlah lembaganya sekitar 500-an," kata Nurul Yur Aida dari TK Nu Hasyim Asyhari Kedungkandang yang menjaga stand.

Dari modal kas gugus, guru paud mengembangkan kewirausahaan. Menurut dia, tiap gugus memiliki keunggulan produknya.

Misalkan gugus 2 dengan produk keunggulan jamu. Gugus 8 ada produk bawang merah goreng dll.

"Kewirausahaan sudah ada sejak setahun ini. Jika ada keuntungan/lama, dikembalikan ke kas untuk dibuat kegiatan lagi," tutur dia.

Sejauh ini, pemasarannya masih di sekitar anggota gugus. Caranya, saat ada kegiatan setiap bulan, produknya dibawa. Pertemuan biasanya ada tiga jenis. Yaitu pertemuan gugus, PKG (Pusat Kegiayatan Guru) dan IGTKI ( Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia).

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help