SuryaMalang/

Malang Raya

Tiga Mahasiwa Jadi Satgas Anti Narkoba di Politeknik Kota Malang

"Obat batuk sachet ternyata jadi alternatif minuman keras. Kalau dipakai satu atau dua gak papa. Tapi kalau sampai tujuh sachet ya bahaya.

Tiga Mahasiwa Jadi Satgas Anti Narkoba di Politeknik Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Tiga mahasiswa Politeknik Kota Malang (Poltekom) menjadi satgas anti narkoba dalam sosialisi BNN di kampus itu, Jumat (19/5/2017) 

SURYAMALANG.COM, KEDUNGKANDANG - Tiga mahasiswa menjadi satgas anti narkoba di Politeknik Kota Malang (Poltekom), Jumat (19/5/2017). Mereka dikenalkan kepada para mahasiswa di sela kegiatan sosialisasi BNN Kota Malang di kampus yang berada di kawasan Tlogowaru itu.

Mereka adalah Ozzy Alif Tegar, Adistia Gita Ayu Safitri dan Argarefor. Mereka mahasiswa semester dua.

"Sekarang jadi ada tanggung jawab menjaga Poltekom agar bersih dari narkoba," ujar Ozzy, mahasiswa jurusan Teknik Telekomunikasi kepada SURYAMALANG.COM usai pengenalan.

Menurut mereka bertiga, karena masih mahasiswa baru, menjadi satgas adalah kegiatan pertama mereka di tempat kuliah. Usai pengenalan, juga ada tes urine sampling untuk 10 mahasiswa.

Sedang AKBP Ir Bambang Sugihartono MSi, Kepala BNN Kota Malang memberikan sosialisasi ke mahasiswa akan bahaya narkoba.

Menurut Bambang, contoh orang yang kena narkoba seperti tampak fisik ada bekas-bekas kena silet kulitnya, cepat mengantuk dan mata merah. Ia juga menyoroti penggunaan obat batuk sachet yang dikonsumsi bukan sesuai peruntukan.

"Obat batuk sachet ternyata jadi alternatif minuman keras. Kalau dipakai satu atau dua gak papa. Tapi kalau sampai tujuh sachet ya bahaya. Bahkan bisa mengenai ginjal," tutur Bambang kepada mahasiswa.

Menurutnya ia perlu menyampaikan itu karena perjalanan hidup para mahasiswa masih panjang.

"Uang kiriman orang tua jangan dibelikan pil koplo," pesannya.

Kata dia, pil koplo menyasar semua kalangan. Pada anak SMA diinformasikan hal sesat bahwa pil koplo bisa menyelesaikan masalah. Padahal tidak. Sedang untuk transaksi narkoba kini bahkan sudah menjangkau media sosial dan janjian bertemu di satu tempat.

Bahkan anak-anak juga dijadikan perantara/kurir. Mereka (pelaku) tahu bahwa anak-anak susah dijerat hukum. Disebutkan Bambang, narkoba terbaru seperti tembakau gorila.

Menurut dia, peredaran narkoba juga lewat laut, udara dan sungai. Acara diakhiri dengan tanya jawab mahasiswa dengan kepala BNN. Kegiatan itu juga diikuti oleh Wakil Direktur III Poltekom Aditya Kurniawan.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help