SuryaMalang/

Malang Raya

Wali Kota Setuju Cabut Perwal Rekayasa Lalu Lintas, Tapi Ini Syaratnya

Ketika FLLAJ merekomendasikan perubahan arah lalu lintas, kembali menjadi dua arah, secara resmi, Anton meminta ada solusi ketika terjadi kemacetan.

Wali Kota Setuju Cabut Perwal Rekayasa Lalu Lintas, Tapi Ini Syaratnya
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Pekerja meguruk jalan berlubang di sisi selatan Jalan M Panjaitan, Kota Malang, Jumat (19/5/2017). Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Malang merekomendasikan pencabutan Perwali No 3 Tahun 2013 tentang rekayasa lalu lintas, jalur satu arah di kawasan ini. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang M Anton menyetujui pencabutan Peraturan Wali Kota Malang (Perwal) No 35 Tahun 2013 tentang Rekayasan Lalu Lintas di Kawasan Jl Sumbersari - Gajayana - MT Haryono - DI Panjaitan - Jl Bogor.

Tetapi persetujuan itu belum resmi hitam di atas putih, masih sebatas lisan. Anton juga memiliki syarat ketika jalan tersebut resmi diubah menjadi dua arah.

Ia meminta Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota Malang memiliki solusi ketika ada kemacetan di sejumlah ruas jalan itu.

"Begini, pada prinsipnya Perwal itu muncul karena ada rekomendasi dari forum (FLLAJ), dan sekarang ketika hendak dikembalikan menjadi dua arah, saya juga minta itu dari forum," ujar Anton kepada SURYAMALANG.COM saat ditemui di Balai Kota Malang, Jumat (19/5/2017) sore.

Anton menjelaskan sejumlah ruas jalan yang disebut di Perwal tahun 2013 itu merupakan jalur rawan macet. Ia mencontohkan Jl Mayjen DI Panjaitan dan MT Haryono, juga Jl Gajayana di jam-jam tertentu macet parah.

Ketika FLLAJ merekomendasikan perubahan arah lalu lintas, kembali menjadi dua arah, secara resmi, Anton meminta ada solusi ketika terjadi kemacetan di ruas jalan tersebut.

"Saya minta kepada forum punya solusi untuk itu. Karena di jam-jam tertentu jalur-jalur itu macet parah. Bagaimana itu bisa diurai, pokoknya kemacetan di situ harus diurai, dan itu saya kembalikan ke forum," tegas Anton.

Ia menyarankan, misalnya terjadi kemacetan di jalan tersebut, diberlakukan sistem buka tutup. "Pencabutan secara resmi menunggu surat dari forum masuk ke saya," tegas Anton.

Seperti diberitakan, Rabu (17/5/2017) lalu, FLLAJ Kota Malang menggelar rapat di Balai Kota Malang. Rapat itu membahas tentang Perwal No 35 Tahun 2013. Forum itu akhirnya bersepakat sejumlah poin.

Salah satunya adalah pencabutan Perwal tersebut. Ketika Perwal itu dicabut maka ruas jalan di Perwal itu dikembalikan lagi menjadi jalan dua arah. Perwal itu mengatur bahwa jalan-jalan yang disebut di Perwal menjadi satu arah di tahun 2013.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help