SuryaMalang/

Media Sosial

Afi Nihaya Faradisa dan Status Facebook-nya yang Bikin Heboh Jagat Online, Baca dan Renungkan!

Bayangkan seandainya masing-masing agama menuntut agar kitab sucinya digunakan sebagai dasar negara. Maka, tinggal tunggu saja kehancuran Indonesia

Afi Nihaya Faradisa dan Status Facebook-nya yang Bikin Heboh Jagat Online, Baca dan Renungkan!
KOMPAS.com
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat selfie bersama Afi Nihaya di Kantor Pemda Banyuwangi Kamis (18/5/2017). 

SURYAMALANG.COM - Akun milik Afi Nihaya Faradisa, remaja asal Banyuwangi yang tulisan inspiratifnya viral di media sosial, sempat tidak bisa dibuka sejak Rabu malam (17/5/2017).

Akun tersebut tak bisa dibuka setelah ia menulis status terkait keberagaman yang berjudul warisan. Dalam statusnya, putri pasangan Wahyudi dan Sumarti menulis, jika kewarganegaraan, nama, dan agama adalah warisan.

"Padahal status itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pilkada Jakarta yang sudah lewat. Tulisan itu saya tulis sebagai perenungan buat saya dan kita semua, " jelas gadis kelahiran 1998 kepada Kompas.com Kamis (18/5/2017).

Ia mengaku sudah mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu akun Facebooknya tidak bisa dibuka. Karena tidak semua orang bisa menerima pemikirannya.

"Saya menulis bukan untuk mengejar like apalagi follower. Saya murni menulis untuk perdamaian dan ktitik sosial. Pastinya ada yang suka dan banyak juga yang nggak suka," jelasnya.

Afi bercerita, ia sempat diminta data asli dan foto oleh pihak Facebook saat akunnya tidak bisa dibuka. Padahal akun yang dimilikinya bukan akun palsu. Akun Facebooknya akhirnya kembali bisa diakses pada Kamis sore (18/5/2017).

Ia mengaku, walaupun akunnya sempat tidak bisa dibuka, tidak akan membuatnya berhenti menulis. "Sepertinya saya akan buat web khusus karena selama ini ya hanya satu itu saja akun Facebook saya dan juga Instagram yang baru buat Februari lalu," jelasnya.

Berikut status Facebook Afi yang berjudul Warisan yang viral dan sudah dibagikan oleh ribuan netizen.

WARISAN, Ditulis oleh Afi Nihaya Faradisa.

Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak.

Halaman
123
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help