SuryaMalang/

Malang Raya

Gathering Kesehatan, CBSC Galakkan Pengetahuan Kesehatan Saraf dan Pengobatannya

Ketua Kominitas CBSC Lilih Dwi Priyanto mengungkapkan perlu adanya edukasi ke masyarakat agar mengetahui bagaimana menjaga otak tetap sehat

Gathering Kesehatan, CBSC Galakkan Pengetahuan Kesehatan Saraf dan Pengobatannya
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Para anggota mantan pasien dan dokter yang tergabung dalam CBSC, Jumat (19/5/2017). 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Dunia pengobatan bedah saraf di Indonesia telah mengalami kemajuan. Berbagai jenis penyakit yang semula sulit disembuhkan kini dengan kecanggihan teknologi dan dengan keterampilan dokter yang memadai, bisa disembuhkan. Misal seperti jenis sakit kanker otak, stroke, cervical, saraf pinggang kecetit, wajah merot dan separoh wajah sakit.

Salah satu teknik yang digunakan adalah teknik keyhole surgery atau operasi dengan sayatan selebar lubang kunci. Dengan teknik keyhole surgery ini karena tidak adanya pendarahan sehingga pasien lebih cepat sembuh.

Komunitas Comprehensive Brain and Spine Centre (CBSC), komunitas yang berisi mantan pasien yang sembuh dengan pengobatan keyhole surgery akan memperkenalkan teknik bedah micro itu kepada masyarakat di Kota Malang.

Ketua Kominitas CBSC Lilih Dwi Priyanto mengungkapkan perlu adanya edukasi ke masyarakat agar mengetahui bagaimana menjaga otak tetap sehat. Selain itu juga bisa melakukan deteksi dini bagaimana gejalanya tentang penyakit otak dan sarap.

"Kami telah sembuh, dan kami ingin berbagi kesembuhan," ujarnya, Jumat (19/5/2017).

Ia juga menceritakan adanya seorang pasien usia 70 tahun asal Batu yang sembuh dari sakit separoh wajah. Ibu itu bernama Paini yang sudah mengidap sakit sejak 10 tahun lalu. Dengan penanganan intensif dari tim CBSC dan operasi yang berlangsung sekitar sejam, Paini kini sehat kembali.

"Kalau kambuhnya ketika di jalan, saya langsung jatuh dan tidur di jalan. Tapi setelah operasi saya sehat kembali," kata Paini.

Sementara itu, dr Agus Chairul Anab SpBS, spesialis bedah Saraf RS Persada Malang mengatakan operasi itu dilakukan sebagi bentuk minimally invasive. Proses pembedahan secukupnya sesuai area penyakitnya.

"Meraih sasaran itu dengan tepat," kata dr Agus.

Dokter menggunakan alat mikroskop dan indoskopi sehingga bisa melakukan pendekatan mengambil penyakit yang lebih cepat dan aman. Lukanya juga cepet sembuh karena tidak melukai kulit dengan lebar.

"Teknik pengambilan sel tumor atau kanker cukup dilakukan dengan syatan di bagian alis sehingga sembuh secara kosmetik akan lebih bagus karena tidak nampak bekas," paparnya.

Dengan teknologi serta kemampuan yang mumpuni tersebut, para dokter yang tergabung dalam CBSC sudah melakukan operasi pada ribuan pasien baik di dalam maupun luar negeri. Tindakan itu juga sebagai upaya menghapus mitos kalau sakit saraf atau tumor tidak bisa disembuhkan.

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help