SuryaMalang/

Arema FC Vs Persela Lamongan

Menurut Pelatih Persela, Arema FC Sedang Labil, Tapi Harus Diwaspadai, Karena . . .

"Meski Arema meraih hasil yang kurang bagus, itu tidak bisa dijadikan patokan. Pokoknya kami harus siaga apalagi kami main di kandang,"

Menurut Pelatih Persela, Arema FC Sedang Labil, Tapi Harus Diwaspadai, Karena . . .
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Esteban Vizcarra, gelandang Arema FC berebut bola dengan Dane Milovanovic, gelandang Madura United dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (14/5/2017). 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Persela Lamongan harus ekstra waspada ketika menghadapi Arema FC dalam lanjutan kompetisi Liga 1.

Sebab, Persela Lamongan memiliki catatan buruk atau nyaris selalu kalah saat melawan Arema FC.

Saat ini Arema yang akan dijamu Persela di laga pekan ke-7 Liga 1, Minggu (21/5/2017), masih terkesan labil, meski diperkuat pemain-pemain berpengalaman dan Juan Pablo Pino sebagai marquee player.

Arema FC tampil kurang memuaskan dalam dua pekan ini, setelah kalah 0-1 dari PSM Makassar, Rabu (10/5/2017), Gonzales dkk ditahan imbang Madura United di depan Aremania dengan skor 1-1, Minggu (14/5/2017) lalu.

Sementara, berbeda dengan Persela yang meraih tren positif setelah mengalahkan Persija Jakarta, dengan skor 1-0, Rabu (10/5/2017) lalu di Surajaya, dan menahan imbang 0-0 Perseru Serui, Sabtu (13/5/2017) lalu.

"Meski Arema meraih hasil yang kurang bagus, itu tidak bisa dijadikan patokan. Pokoknya kami harus siaga apalagi kami main di kandang, sehingga harus raih poin," kata Hery Kiswanto Pelatih Persela Lamongan, Sabtu (20/5/2017) sore.

Menurutnya, alasan utama yang membuat Persela Lamongan harus tetap mewaspadai Arema FC karena tim asal Malang ini selalu menjadi kandidat kuat sebagai juara dan tim kuat menempati papan atas klasemen.

"Mereka tim langganan papan atas, langganan juara, perlu disikapi dengan cermat oleh kami agar para pemain bisa tampil maksimal dan konsentrasi sejak awal laga," jelasnya.

Penulis: Dya Ayu
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help