SuryaMalang/

Pasuruan

Peredaran Uang Palsu di Jawa Timur Kian Marak, Ini Hasil Tangkapan Polres Pasuruan Kota

Mereka tak bisa berkutik saat polisi mendobrak rumah mereka itu. Keduanya langsung dibawa ke Mapolres Pasuruan Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Peredaran Uang Palsu di Jawa Timur Kian Marak, Ini Hasil Tangkapan Polres Pasuruan Kota
SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Jajaran Polres Pasuruan Kota saat rilis kasus uang palsu 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Mashudi (49) warga Desa Panjangjiwo, Kecamatan Pungging, dan Eko Yuli Sulistiyomo (39) warga Deda Randubangu, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto hanya bisa pasrah saat rumahnya di Desa Buntalan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan digerebek tim Satreskrim Polres Pasuruan Kota, Jumat (19/5/2017) malam.

Mereka tak bisa berkutik saat polisi mendobrak rumah mereka itu. Keduanya langsung dibawa ke Mapolres Pasuruan Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kedua orang itu ditangkap paska diduga kuat menyimpan dan mengedarkan uang palsu ( upal) di wilayah Pasuruan dan sekitarnya selama ini. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan barang bukti upal senilai Rp 34.950.000.

Rinciannya adalah uang pecahan Rp 100.000 dengan no seri CCR290904 sebanyak 255 lembar, uang pecahan Rp 100.000 dengan no seri JAT932347 sebanyak 19 lembar, uang pecahan Rp 100.000 dengan no seri JAT932380 sebanyak 17 lembar.

Selain itu, polisi juga mengamankan uang pecahan Rp 100.000 dengan no.seri JAT932348 sebanyak 16 lembar, uang pecahan Rp 100.000 dengan no seri JAT932379 sebanyak 14 lembar, uang pecahan Rp 100.000 dengan no.seri JAT932346 sebanyak 10 lembar, uang pecahan Rp 100.000 dengan no seri JAT932349 sebanyak 8 lembar, uang pecahan Rp 100.000 dengan no seri KFU893211 sebanyak 1 lembar.

Ada juga uang pecahan Rp 50.000 dengan no seri KTE851677 sebanyak 5 lembar, uang pecahan Rp 50.000 dengan no seri DBJ725767 sebanyak 5 lembar,  uang pecahan Rp 50.000 dengan no.seri FUU621031 sebanyak 1 lembar, uang pecahan Rp 50.000 dengan no seri UW0247168 sebanyak 2 lembar, uang pecahan Rp 50.000 dengan no seri SAR186561 sebanyak 2 lembar, dan uang pecahan Rp 50.000 dengan no seri PTF173720 sebanyak 4 lembar.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Rizal Martomo mengatakan, penangkapan keduanya itu berdasarkan laporan masyarakat. Menurutnya, pihaknya mendapat informasi bahwa kegiatan dua orang ini dalam menyimpan dan mengedarkan uang palsu ini meresahkan masyarakat.

"Berdasarkan laporan itu, kami lidik di lapangan. Ternyata saat kami lidik, dua orang ini memang melakukan aksi itu, makanya kami tangkap mereka," katanya , Sabtu (20/5/2017).

Dia mengatakan, dua orang itu ditangkap saat akan transaksi. Mereka diduga kuat akan mengantarkan upal itu ke seorang rekan sejawatnya. Informasinya, uang itu diserahkan ke seorang dukun yang mengklaim dirinya mampu menggandakan uang.

"Uang sebanyak itu dimasukkan ke dalam tas kresek warna hitam dan dimasukkan ke dalam tas besar. Beruntung, upal itu berhasil kami amankan sebelum beredar," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help