SuryaMalang/

Malang Raya

Peringati Harkitnas, Mahasiswa Universitas Negeri Malang Gelar Unjuk Rasa di Balai Kota

Biaya pendidikan di Indonesia makin mahal. Bahkan sekolah negeri masih membayar. Tidak sedikit masyarakat kesulitan mengakses pendidikan

Peringati Harkitnas, Mahasiswa Universitas Negeri Malang Gelar Unjuk Rasa di Balai Kota
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Mahasiswa dari Jurusan Pendidikan IPS Universitas Negeri Malang (UM) gelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Sabtu (20/5/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Puluhan mahasiswa dari Jurusan Pendidikan IPS Universitas Negeri Malang (UM) menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Malang, Sabtu (20/5/2017).

Mereka berunjukrasa memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei.

Peserta aksi menyoroti isu pendidikan dan agraria di Harkitnas kali ini.

Humas aksi Deny Yuniar mengatakan ia dan teman-temannya menyoroti dua isu itu karena persoalan itu dekat dengan masyarakat.

"Biaya pendidikan di Indonesia makin mahal. Bahkan sekolah negeri masih membayar. Tidak sedikit masyarakat kesulitan mengakses pendidikan. Karenanya rakyat harus bangkit dan melawan," ujar Deny.

Sedangkan di isu agraria, kata Deny, juga menjadi isu krusial. Menurut Deny, tanah rakyat terampas untuk pembangunan tanpa ada ganti rugi yang adil.

"Seharusnya rakyat bisa mempertahankan tanah mereka. Karena tanah bisa diwariskan ke anak cucu, daripada dijual. Sayangnya ketika diambil dengan alasan pembangunan namun tanpa ganti rugi memadai," tegas Deny.

Karenanya seiring peringatan Harkitnas tahun ini, mahasiswa itu kembali mengingatkan kepada rakyat untuk bangkit dan melawan ketidakadilan.

Dalam aksinya itu, mahasiswa juga mengingatkan juga tentang nasionalisme. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan "NKRI Harga Mati".

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help