SuryaMalang/

Madura United

Selama Bulan Ramadan, Madura United Pindah dari Pamekasan ke Bangkalan, Ini Alasannya

Peraturan larangan ini sejatinya telah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pamekasan Nomor 5 tahun 2014 tentang kegiatan selama Ramadan

Selama Bulan Ramadan, Madura United Pindah dari Pamekasan ke Bangkalan, Ini Alasannya
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Tim inti Madura United yang diturunkan melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (14/5/2017). 

SURYAMALANG.COM, BANGKALAN - Madura United dipastikan menggunakan Stadion Gelora Bangkalan sebagai markas saat menjamu Persegres Gresik United dan Semen Padang dalam laga lanjutan Liga 1.

Ini terjadi karena pemerintah Pamekasan telah mengeluarkan peraturan terkait pelarangan menggelar keramaian sepanjang bulan Ramadan di Kabupaten Pamekasan.

Hal ini secara otomatis membuat Madura United tidak dapat menggunakan markas mereka, Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan saat laga pekan ke-9 lawan Persegres Gresik United, Kamis (1/6/2017) dan pekan ke-10 menjamu Semen Padang, Senin (12/6/2017) mendatang.

"Karena mematuhi aturan, kami akhirnya terpaksa pindah kandang dari Pamekasan ke Bangkalan, karena di Pamekasan ada ketentuan melarang adanya kegiatan keramaian selama bulan suci Ramadan dan kami pastikan Madura United pindah ke Bangkalan," kata Tabri, Media Officer Madura United, Senin (29/5/2017).

Peraturan larangan ini sejatinya telah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pamekasan Nomor 5 tahun 2014 tentang kegiatan selama Ramadan.

Tepatnya pasal 2 ayat 3 berbunyi setiap orang dilarang membuka tempat hiburan, permainan, dan/atau kegiatan lain yang sejenis selama Ramadhan, karena dapat mengganggu ketenteraman pelaksanaan ibadah.

Penulis: Dya Ayu
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help