SuryaMalang/

Travelling

Plesir ke Kota Batu Jangan Lupa Mencicipi Jenang dan Dodol dari Buah Apel, Hmm Legit

Buah apel selalu identik dengan Kota Batu. Pengusaha di kota dingin ini pun terus berlomba-lomba untuk menghasilkan produk unggulan dari apel.

Plesir ke Kota Batu Jangan Lupa Mencicipi Jenang dan Dodol dari Buah Apel, Hmm Legit
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Luluk Maulida pengusaha camilan dari buah apel, ditemui di kediamannya di Jalan Kopal Kasdi 2 Kota Batu, Rabu (31/5/2017). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Buah apel selalu identik dengan Kota Batu. Pengusaha di kota dingin ini pun terus berlomba-lomba untuk menghasilkan produk unggulan dari buah apel.

Seperti halnya yang dilakukan pengusaha bernama Luluk Maulida. Menurutnya, ia bersama suaminya, Samsul Huda, memulai usaha ini sejak 2001.

Hal ini ia lakukan berawal dari inovasi jenang, yang notabene sudah banyak diketahui oleh kebanyakan orang. Sehingga, tidak perlu lagi untuk memperkenalkan ke masyarakat.

Oleh karena itu, ia memilih jenang untuk dijadikan bahan produksi pertama usahanya.

"Mulai dari bahan, hingga cara membuat yang mudah, kami memilih untuk berkreasi membuat jenang apel. Apalagi masyarakat tidak awam dengan jenang," kata Luluk, Rabu (31/5/2017).

Wanita berhijab ini menambahkan, proses pembuatannya juga terbilang mudah dan tidak ribet. Ia menjelasksn sedikit bagaiamana jenang apel ini bisa jadi makanan khas yang enak dan tidak membosankan ketika dimakan.

Awal mula buah apel di-trimming sehingga menjadi bubur. Lalu dicampurkan dengan bahan-bahan jenang, seperti gula, air.

Permintaan produksi tinggi dirasa minggu kedua sebelum Lebaran. Bahkan pada hari biasa mendapatkan pesanan sekitar 1000 box, ini saat lebaran bisa mencapai 1500 hingga 2000 box.

Setiap box besar berisi 48 jenang apel. Harganya, box berisi 48 pieces sekitar Rp 240 ribu. Untuk yang kecil sekitar Rp 7 ribu.

"Pemasaran di Malang Raya sampai 70 persen. Ada juga yang sampai ke luar kota. Tapi paling banyak ya di Malang Raya," imbuhnya.

Untuk menghadapi persiapan lebaran, biasanya ia memproduksi dua kali lipat dan menyesuaikan permintaan masing-masing produk.

Pihaknya juga memberdayakan masyarakat sekitar untuk memperlancar produksi usahanya. Sejak awal hanya ada dua orang saja yang memproduksi jenang apel. Saat ini sudah ada sekitar 10 pegawai.

Apel yang ia gunakan untuk produksi, juga dari hasil panen petani apel di Desa Bumiaji. Selain jenang apel, ia juga memproduksi dodol dengan varian rasa, mulai mix apel dan rumput laut, nangka, nanas, jambu, dan lainnya. Juga ada sari apel, keripik buah, hingga bakpia apel.

"Di sini juga sering dijadikan kunjungan untuk wisata edukasi. Mulai dari proses pengolahan hingga produksi dari buah apel," pungkasnya yang juga anggota Asosiasi Pengusaha Kota Batu (APKB).

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help