SuryaMalang/

Kesehatan

Ketika Berciuman dengan Pasangan, Akan Terjadi 8 Hal yang Menakjubkan Ini . . .

Menurut studi dalam philematology, ada hal luar biasa yang terjadi pada tubuh kita ketika berciuman pertama kali.

Ketika Berciuman dengan Pasangan, Akan Terjadi 8 Hal yang Menakjubkan Ini . . .
shanghaiist
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM - Anda mungkin masih ingat pengalaman canggung saat berciuman, misalnya saling berbenturan gigi atau kepala kita salah arah. Momen itu mungkin menjadi pengalaman yang sangat tidak seksi.

Tapi, saat mencium seseorang pertama kali tubuh kita ikut bereaksi, maka pasti ada ikatan, terutama pada air liur kita.

Untuk itu ada sebuah studi khusus terkait hal tersebut, philematology, atau yang biasa dikenal sebagai ilmu berciuman. Menurut studi dalam philematology, ada hal luar biasa yang terjadi pada tubuh kita ketika berciuman pertama kali.

1. Air liur

Ada beberapa teori menarik soal air liur dan perannya saat berciuman. Salah satunya menyatakan ciuman basah merupakan cara tubuh kita menilai apakah seseorang yang kita cium adalah calon pasangan yang tepat.

Berdasarkan studi Universitas Oxford, susunan senyawa dalam air liur membantu tubuh kita menentukan seseorang yang kita ajak bertukar air liur itu dapat memberikan keturunan pada kita.

Pernyataan lain adalah pria lebih memilih berciuman hingga basah atau lebih banyak air liur.Menurut Helen Fisher dari Universitas Rutger di New Jersey Amerika Serikat, air liur pria mengandung lebih banyak hormon testosteron. Hasilnya, ketika mereka berciuman secara tidak sadar mereka mengumpan air liur untuk mengaktifkan bagian otak wanita untuk memicu libido.

2. Melepaskan hormon cinta

Ketika kita melakukan aktivitas seksual, tubuh melepaskan oksitosin dari kelenjar pituatari. Hal ini membuat kita merasa lebih terangsang dan bisa membantu menghasilkan ikatan dan kepercayaan yang lebih dekat dengan pasangan ciuman kita. Berciuman juga mengirimkan kadar okstosin sehingga membuat keintiman lebih kuat.

3. Menurunkan kolesterol

Halaman
12
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help