SuryaMalang/

Malang Raya

Mahasiswa yang Jadi Miliarder Ini Berbagi Pengalaman di Talkshow Diplomat Success UMM

Mereka bertiga menceritakan kisah sukses mereka dari nol hingga menjadi pengusaha berpendapatan besar, di depan mahasiswa UMM

Mahasiswa yang Jadi Miliarder Ini Berbagi Pengalaman di Talkshow Diplomat Success UMM
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Talkshow Diplomat Success Challenge 2017, Senin (19/6/2017) di Aula BAU UMM. 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Wismilak Foundation dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan Talkshow Diplomat Success Challenge 2017, Senin (19/6/2017) di Aula BAU UMM.

Talkshow tersebut menghadirkan dua orang runner-up kompetisi Wismilak Diplomat Success Challenge, yaitu Priyandaru Agung dan Warisatul Hasanah, yang kini telah menjadi pengusaha sukses, serta pemilik Malang Strudel, Donny Kris.

Mereka bertiga menceritakan kisah sukses mereka dari nol hingga menjadi pengusaha berpendapatan besar, di depan mahasiswa UMM yang tertarik untuk mengikuti kompetisi Wismilak Diplomat Success Challenge 2017.

Warisatul bercerita mengenai usaha Batik Aromaterapi yang membawanya menjadi miliarder seperti sekarang. "Idenya berawal dari keprihatinan ketika batik belum ditetapkan oleh Unesco sebagai kekayaan Indonesia. Saat saya di salah satu museum di Australia, batik tidak berada sejajar dengan kekayaan dunia lain," kata lulusan jurusan Ekonomi itu.

Kemudian, Warisatul yang berasal dari Madura, berusaha meningkatkan nilai jual batik Madura yang selama ini hanya digunakan oleh para orangtua. "Saya juga terinspirasi dari kayu cendana yang saat itu dipajang di museum Australia. Sehingga terpikir untuk memadukan batik dengan aromaterapi," ceritanya.

Batik Aromaterapi buatan Warisatul bisa merileksasi otak dan tercium wanginya bahkan dari jarak 5 meter. "Alhamdulillah usaha ini sukses dari dasar keprihatinan dan mengangkat budaya Indonesia. Saat ini batik Madura bahkan sudah sampai di Amerika Serikat," ujarnya yang disambut riuh tepuk tangan.

Sedangkan Priyandaru Agung yang memiliki usaha pakan dari limbah pasar, mengatakan idenya muncul dari riset ketika kuliah di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UB.

"Awalnya saya ingin membuat pakan ikan lele yang harganya minus Rp 3.000 dari pakan pabrik. Saya memanfaatkan limbah pasar yang terbuang perharinya hingga 52 ton di Surabaya. Padahal, limbah pasar masih mengandung nutrisi yang bisa diolah menjadi pakan ternak," tutur Ndaru.

Memang tidak semua sampah pasar bisa diolah menjadi pakan ternak, namun itu adalah peluang besar untuk memanfaatkan limbah pasar khususnya limbah organik.

Salah satu peserta, Hikmah Ramadhani dari FKIP UMM mengatakan talkshow ini sangat bermanfaat untuk para mahasiswa yang akan memulai usaha.

"Kadang yang sulit adalah mencari ide. Karena sepertinya usaha kecil saat ini sudah banyak yang begitu inovatif dan menjawab masalah masyarakat. Sementara saya masih bingung bagaimana untuk menemukan masalah di lingkungan sekitar," katanya.

Kompetisi Wismilak Diplomat Success Challenge 2017 terbuka untuk ide bisnis inovatif dan kreatif untuk memperebutkan hadiah total Rp 2 miliar. Pendaftaran telah dibuka hingga 15 Juli 2017. 

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help