SuryaMalang/

Sumenep

Keberangkatan Pemudik ini Sempat Tertunda Karena ada Kecelakaan Kapal, Sekarang, Lihat Kondisinya

Kini, penumpang bisa berangkat. Mereka sudah menyerbu KM Dharma Bahari Sumekar (DBS) 1 jurusan Kalianget-Kangean, Sumenep, Madura.

Keberangkatan Pemudik ini Sempat Tertunda Karena ada Kecelakaan Kapal, Sekarang, Lihat Kondisinya
SURYAMALANG.com/M Rivai
Situasi penumpang asal kepulauan Kangean yang rela berdesakan di dek kapal Km DBS I Sumenep. 

SURYAMALANG.com, SUMENEP - Program mudik gratis Pemprov Jatim yang bekerjasama dengan Pemkab Sumenep pada H-5 lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah sempat mengendap di pelabuhan Kalianget beberapa waktu lalu.

Itu akibat keberangkatan KM Expres Bahari 3 C ditunda karena ada kecelakaan di perairaan Sumenep.

Kini, penumpang bisa berangkat. Mereka sudah menyerbu KM Dharma Bahari Sumekar (DBS) 1 jurusan Kalianget-Kangean, Sumenep, Madura.

Kapal itu merupakan kapal penumpang reguler jurusan kepulauan tersebut,  Selasa (20/6/2017).

Manajer Operasional KM Dharma Bahari Sumekar Bambang Suprio, mengatakan jumlah penumpang di progam mudik itu membludak.

Itu merupakan karena akibat dari diundurnya pemberangkatan KM Express Bahari 9C yang merupakan angkutan mudik gratis bantuan  Pemprov Jatim.

"Jadi, Kapal kita, KM Dharma Bahari Sumekar yang terpaksa menampung ratusan penumpang yang terlantar, bahkan kami terpaksa memuat lebih dari biasanya," ujar Bambang Suprio, Selasa (20/6/2017).

Dijelaskan, KM DBS I terpaksa memuat penumpang sekitar 400 orang. Padahal seharusnya kapal milik Pemkab tersebut, biasanya hanya memuat 250 orang penumpang.  

"Kami memang terpaksa memuat sekitar 400 orang. Tetapi kendatipun melebihi kapasitas, tapi masih dalam tahap kewajaran dan kapal kami tetap berlayar untuk memberikan pelayanan kepada para pemudik agar bisa berlebaran di kampungnya," beber Bambang.

Di lain pihak, Kepala Syahbandar Pelabuhan Kalianget, Mohammad Iksan mengakui jika KM DBS 1 memuat penumpang melebihi kapasitas.

Tetapi masih dinilai wajar, karena kapal tersebut tidak memuat barang, namun hanya penumpang saja. Sehingga dinilai masih wajar dan pihaknya juga mengeluarkan surat ijin berlayar.  

"Di samping memang masih wajar, karena kapal hanya memuat penumpang saja, juga untuk membantu penumpang yang akan mudik berlebaran di kampung halamannya di pulau," tegas Iksan. (*)

Penulis: Moh Rivai
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help