SuryaMalang/

Malang Raya

Masih Ada Mie Mengandung Babi di Kota Malang, Begini Sikap Petugas dan Pengelola Pusat Perbelanjaan

Petugas mengecek mie Korsel yang sudah digudangkan. Ada ratusan bungkus yang terdiri dari tujuh varian mie tersimpan dalam beberapa kardus.

Masih Ada Mie Mengandung Babi di Kota Malang, Begini Sikap Petugas dan Pengelola Pusat Perbelanjaan
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Petugas memeriksa mie instan impor mengandung babi di Kota Malang, Selasa (20/6/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Petugas UPT Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim di Malang memantau peredaran mie instan impor dari Korea Selatan, Selasa (20/6/2017).

Pemantauan di enam tempat usaha di Kota Malang yang terdiri atas supermarket dan toko ritel. Petugas menemukan masih ada mie instan asal Korsel Korea itu. Namun mie itu sudah disimpan di gudang.

Seperti di Giant Extra, Sawojajar. Petugas mengecek mie Korsel yang sudah digudangkan. Ada ratusan bungkus yang terdiri dari tujuh varian mie tersimpan dalam beberapa kardus.

“Sebenarnya hanya satu jenis yang dilarang beredar sebagaimana surat BPOM. Kami mencari amannya sehingga semuanya ditarik sejak empat hari lalu,” ujar Kartiko Wahyudi, Manajer Divisi Giant Extra Sawojajar kepada SURYAMALANG.COM.

Satu produk itu diduga mengandung unsur babi, namun tidak tercantum di kemasannya. Kartiko mengatakan pihaknya tidak tahu kandungan di kemasannya karena produk tersebut sudah mengantongi izin.

Karena ada perintah penarikan, pihaknya menarik semua produk mie Korsel itu. Namun, pihaknya tidak merugi terkait penarikan itu.

“Risiko ada di distributor. Kami tidak rugi. Produk itu dimusnahkan atau dikembalikan ke distributor, kami menunggu keputusan BPOM,” tegasnya.

Sedangkan di Superindo Sulfat, tidak ada produk tersebut.

“Kami memang tidak menjual produk itu, karena bukan kebutuhan utama,” ujar Rudianto, Manajer Toko Superindo Sulfat.

Sementara itu, Kepala UPT Perlindungan Konsumen Kantor Malang, Wayono Metrikno mengatakan pihaknya memantau untuk memastikan mie asal Korsel masih beredar atau tidak. Selain di Kota Malang, pemantauan juga dilakukan Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten pasuruan, dan Kota Pasuruan.

“Kami akan terus memantau sampai menjelang Lebaran. Kami harus pastikan mie ini tidak beredar,” ujar Wayono.

Hasil sementara pemantauan di Kota Malang, mie itu tidak terpajang di etalase. Pengusaha di Kota Malang sudah menggudangkan mie impor tersebut.

“Kami juga memantau di pasar rakyat. Sejauh ini tidak ditemukan mie Korsel itu,” terangnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help