SuryaMalang/

Malang Raya

MTQ Universitas Negeri Malang Ambisi Pertahankan Juara Umum MTQMN untuk Kali Ketiga

Saat lomba berlangsung, tim kafilah MTQ UM juga akan didampingi oleh tim satgas pemenangan lafilah yang terdiri dari dosen dan mantan kafilah UM

MTQ Universitas Negeri Malang Ambisi Pertahankan Juara Umum MTQMN untuk Kali Ketiga
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Wakil ketua panitia bersama MTQMN XV, Drs Yusuf Hanafi MFili (kiri) dan Kabag Kemahasiswaan UM, Drs Taat Setyohadi (kanan) bersama piala juara umum MTQMN ke 13, Senin (20/6/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Tim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Universitas Negeri Malang (UM) ternyata sudah dua kali berturut-turut meraih juara umum MTQMN. Yaitu pada MTQMN ke 13 tahun 2013 di Universitas Andalas Padang dan MTQMN ke 14 tahun 2015 di Universitas Indonesia.

Pada gelaran MTQMN ke 15, tim MTQ UM menyatakan siap mempertahankan juara umum untuk kali ketiga. Apalagi, tahun ini UM bersama UB menjadi tuan rumah bersama untuk kegiatan nasional itu.

Untuk mempertahankan juara umum tahun ini, tentunya tidak mudah. Tahun ini sudah ada 278 perguruan tinggi dan 2.011 kafilah yang mendaftarkan diri.

"Jumlah peserta tahun ini membeludak jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga tim UM juga harus melakukan persiapan jauh-jauh hari," ujar wakil ketua panitia bersama MTQMN XV dari UM, Drs Yusuf Hanafi MFili pada SURYAMALANG.COM, Selasa (20/6/2017).

Persiapan yang pertama yang dilakukan UM adalah pembibitan mahasiswa berprestasi bidang MTQ. Pembibitan dilaksanakan setiap tahun pada seleksi mahasiswa baru jalur prestasi non akademik.

"Jalur prestasi MTQ minimal berprestasi peringkat 3 tingkat provinsi. Dilihat dari pendaftar tahun ini, peminatnya cukup luar biasa. Ini adalah cara terbaik mendapatkan bibit terbaik," kata kepala pusat pengembangan kehidupan beragama LP3 UM itu.

Yang kedua adalah seleksi dua tingkat, yaitu dengan MTQ tingkat universitas sebagai tahap pertama, dan seleksi bibit terbaik dari para pemenang MTQ UM tahun tersebut dan tahun sebelumnya.

Kemudian dilakukan pembinaan jangka panjang mulai Maret-Juli 2017 untuk tim kafilah MTQ terpilih.

"Pembinaan biasanya berbentuk karantina dengan mendatangkan pembina dari lembaga pengembangan tilawatul Quran, serta melakukan tryout lomba di kota lain," jelasnya.

Saat lomba berlangsung, tim kafilah MTQ UM juga akan didampingi oleh tim satgas pemenangan lafilah yang terdiri dari dosen dan mantan kafilah UM yang telah lulus.

"Mereka akan mendampingi tim supaya bisa menampilkan yang terbaik," ujar Yusuf.

Menurutnya, untuk meraih juara umum setidaknya UM harus mendapatkan 15-16 poin. Ketika meraih dua kali juara umum sebelumnya, UM berturut-turut mendapatkan jumlah total 16 poin.

"Tidak perlu ngoyo untuk memenangkan semua musabaqah, karena saat ini persaingan juga semakin ketat. Kami memfokuskan pada musabaqah yang kesempatannya besar untuk dimenangkan. Antara lain Hifdzil Quran dan Qiraat Sab'ah (cerdas cermat)," terangnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help