Mudik Lebaran

Gawat, Ada Sopir yang Bahayakan Penumpang, Begini Langkah Petugas Terminal Arjosari, Kota Malang

Dalam pemeriksaan hari pertama, petugas menemukan sopir bernama Fatkhurrahman berisiko. Sopir bus rute Malang-Madura itu diduga mengkonsumsi obat.

Gawat, Ada Sopir yang Bahayakan Penumpang, Begini Langkah Petugas Terminal Arjosari, Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Petugas melakukan tes kesehatan supir angkutan mudik di Terminal Arjosari, Kota Malang, Kamis (22/6/2017). 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING – Tim gabungan memeriksa kesehatan sopir di Terminal Arjosari pada Kamis (22/6/2017) dan Jumat (23/6/2017). Pemeriksaan meliputi gula darah, urine, tensi, pemeriksaan mata, juga fisik. 

Petugas Terminal Arjosari melarang sopir yang diketahui berisiko membahayakan penumpang. Sopir yang berisiko membayakan penumpang antara lain sopir yang tensi dan gula darahnya tidak normal, mengonsumsi obat mengandung zat berbahaya, atau alkohol.

“Tensi tinggi, dan gula darah tinggi itu termasuk yang berbahaya. Jadi perlu dikontrol. Hal berbahaya lain adalah mengonsumsi alkohol atau narkoba. Mengonsumsi minuman berenergi juga berpotensi berbahaya karena kadang efeknya mengantuk,” ujar Vitria Dewi, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatom kepada SURYAMALANG.COM.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kota Malang, Lucy Herawati mengatakan pemeriksaan itu untuk memastikan sopir bus aman dan sehat mengemudikan bus.

“Terutama saat arus mudik dan balik. Kesehatan sopir sangat berpengaruh terhadap penumpang. Sopir yang diketahui berisiko tinggi, kami beri catatan dan saran kepada petugas Dishub dan terminal,” ujar Lucy.

Dalam pemeriksaan hari pertama, petugas menemukan sopir bernama Fatkhurrahman berisiko. Sopir bus rute Malang-Madura itu diduga mengkonsumsi obat. Ini diketahui dari hasil tes urine.

“Katanya saya mengkonsumsi obat berbahaya, seperti narkoba. Padahal saya tidak pernah macam-macam. Saya memang sakit sehingga mengkonsumsi obat. Saya sakit jantung,” ujar Fatkhurrahman.

Meskipun hasil tes urine-nya mencurigakan, Fatkhur bersumpah itu bukan karena narkoba. Bahkan dia sudah 10 hari libur menyopir karena sakit. Selama sakit, dia mengkonsumsi obat.

“Baru sekarang masuk lagi. Saya kaget saat ada pemeriksaan ini. Akhirnya saya dilarang jalan dulu,” imbuhnya.

Petugas pun menyita surat jalan dan bus sampai ada sopir pengganti.

“Sejauh ini baru ada satu orang yang berisiko. Kami sudah sita suratnya dan bus sampai ada sopir pengganti,” tegas Hadi Supeno, Koordinator Terminal Arjosari.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved