SuryaMalang/

Travelling

Perlu Dicoba, Wisata Perkeboenan Kopi Karanganjar Blitar yang Isinya Komplet

Ada tiga museum di tempat wisata itu. Yakni, museum pusaka, museum purna bakti, dan terbaru museum mBlitaran.

Perlu Dicoba, Wisata Perkeboenan Kopi Karanganjar Blitar yang Isinya Komplet
SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
pengunjung melihat-lihat bangunan bekas kantor dan gudang yang disulap menjadi museum, restoran, dan kafetaria di wisata Perkeboenan Kopi Karanganjar, Blitar 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Sejumlah bangunan kuno yang pernah menjadi saksi kejayaan Perkeboenan Kopi Karanganjar masih berdiri kokoh sampai sekarang. Perkebunan kopi peninggalan Kolonial Belanda itu kini disulap menjadi tempat wisata alam dan sejarah di Blitar.

"(Bangunan) ini dulu kantor perkebunan, dibangun Belanda pada 1876," kata Arin menjelaskan awal mula sejarah bangunan Loji ke para pengunjung.

Ada tiga kamar di Loji, tapi hanya dua kamar yang ditunjukkan ke pengunjung. Kamar pertama merupakan kamar yang dulu ditempati Denny Roshadi, pribumi yang menjadi sinder (mandor) perkebunan.

Satu kamar lagi yang ditunjukkan ke pengunjung merupakan kamar Bung Karno. Dulu, kamar itu menjadi tempat tidur Bung Karno, ketika singgah ke perkebunan. Di kamar itu terdapat tempat tidur Bung Karno, foto, dan beberapa buku karya Bung Karno.

"Tempat tidurnya ini asli milik Bung Karno. Tempat tidur ini hasil memenangkan lelang di Jakarta lalu diboyong ke sini," kata Arin. Sedangkan satu kamar lagi untuk pengelola sekarang dan tidak dibuka bagi umum.

Bangunan Loji itu merupakan satu dari beberapa bangunan lain yang menjadi daya tarik di wisata Perkeboenan Kopi Karanganjar. Sejak resmi dibuka untuk umum Oktober 2016, tempat wisata yang berada di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, itu ramai didatangi wisatawan.

Apalagi pada akhir pekan atau libur panjang, tempat wisata itu selalu ramai pengunjung. Pada libur Lebaran ini saja, jumlah pengunjungnya lebih dari 2.000 orang per hari. Pada Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung mencapai 1.500 orang.

"Kami resmi ada tiketing pada Oktober 2016. Hari biasa tiket masuk Rp 5.000 per orang, kalau hari libur Rp 10.000 per orang," kata Marketing Wisata Perkeboenan Kopi Karanganjar, Toni Lutfika (30).

Selain bangunan Loji, pengunjung juga bisa melihat bangunan-bangunan kuno lain yang ada di perkebunan. Bangunan yang dulu menjadi gudang dan perkantoran milik perkebunan kopi itu disulap menjadi museum, kafe, dan restoran.

Ada tiga museum di tempat wisata itu. Yakni, museum pusaka, museum purna bakti, dan terbaru museum mBlitaran. Museum pusaka ini sebagai tempat menyimpan benda-benda keramat milik keluarga pengelola perkebunan sekarang yang juga mantan Bupati Blitar, Herry Nugroho.

Sedangkan museum Purna Bakti sebagai tempat menyimpan foto dan barang-barang milik Herry Nugroho ketika masih menjabat sebagai Bupati. Museum ini memang didedikasikan untuk Herry Nugroho setelah tidak menjabat sebagai Bupati.
"Kalau museum mBlitaran baru launching Lebaran ini tanggal 26 Juni 2017. Museum ini berisi tentang sejarah Blitar, seperti batik tutur khas Blitar dan panji Blitar," ujar Toni.

Selain itu, di tempat wisata ini juga dilengkapi wahana bermain buatan. Misalnya, wahana motor ATV, airshoftgun, minicros, outbond, playground, dan jeep keliling kebun. Pengunjung harus membayar lagi untuk mencoba wahana bermain itu kecuali playground.

Untuk jeep keliling rute dekat pengunjung dikenai biaya Rp 100.000 dan biaya rute jauh Rp 250.000. Pengunjung akan diajak keliling kebun kopi dengan mengendarai jeep. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help