SuryaMalang/

Malang Raya

200 Ribu Wisatawan ke Kota Malang Selama Libur Lebaran, Ini Tempat Wisata Favoritnya

Petugas menginventarisasi jumlah kunjungan berdasar kunjungan ke tempat oleh-oleh, rumah makan, hotel, dan tempat persewaan kendaraan.

200 Ribu Wisatawan ke Kota Malang Selama Libur Lebaran, Ini Tempat Wisata Favoritnya
SURYAMALANG.COM/Sri Wahyunik
Pengunjung Kampung Warna-Warni di Kota Malang, Minggu (2/7/2017). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Sekitar 300.000 wisatawan datang ke Kota Malang selama libur Lebaran. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan libur Lebaran tahun lalu.

Kepala Seksi Promosi dan Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Agung Bhuwana mengatakan kenaikan kunjungan wisatawan ini tidak signifikan.

“Mungkin kenaikannya antara 5-8 persen dibandingkan tahun lalu. Sebab, kunjungan wisatawan tidak menumpuk pada beberapa hari saja. Libur Lebaran ditambah libur sekolah ini cukup panjang. Kami prediksi pengunjung tersebar dalam beberapa hari selama libur panjang ini,” ujar Agung kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (2/7/2017).

Wisatawan mulai berdatangan pada hari ketiga Lebaran atau Selasa (27/6/2017). Petugas menginventarisasi jumlah kunjungan berdasar kunjungan ke tempat oleh-oleh, rumah makan, hotel, dan tempat persewaan kendaraan.

“Ditambah penumpang kereta api, bus yang masuk, kendaraan masuk ke Kota Malang, dan penumpang pesawat,” imbuhnya.

Agung menambahkan wisatawan ke Kota Malang hanya transit untuk membeli oleh-oleh, turun kereta api, wisata kuliner, dan menginap. Wisatawan yang menyewa kendaraan banyak yang memilih wisata ke Gunung Bromo dan Kabupaten Malang sisi selatan.

“Kota Malang sebagai kota penunjang pariwisata,” imbuhnya.

Beberapa destinasi wisata di Kota Malang yang dikunjungi banyak wisatawan adalah Kampung Warna-Warni (KWW) dan Kampung Tridi (3D). Dua kampung ini menjadi destinasi wisata sejak dua tahun terakhir.

Jumlah kunjungan ke KWW berkisar antara 500-700 orang pada akhir pekan. Saat libur Lebaran ini, jumlah pengujung membludak sampai empat kali lipat.

Sedangkan jumlah kunjungan di Kampung Tridi antara 300-400 orang pada akhir pekan. Sekarang jumlah kunjungan naik dua kali lipat.

Pengunjung di kedua kampung itu datang silih-berganti. Pengunjung hanya melihat lokasi sekitar 30 menit, berfoto di beberapa spot, lalu meninggalkan lokasi.

“Pengunjung banyak, karena waktu kunjungan tidak lama. Pengunjung mengalir, datang dan pergi,” terang Agung.

Bahkan sejumlah pengunjung tidak masuk ke dua kampung itu. Pengunjung hanya memarkir kendaraan di pinggir jalan. Pengunjung lantas foto selfie membelakangi KWW dan Kampung Tridi.

“”Saya tidak perlu masuk. Saya hanya ingin foto di pinggir jembatan ini, lalu ke Alun-Alun Kota Malang, dan Kota Batu,” ujar Nico, wisatawan dari Kabupaten Lumajang.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help