SuryaMalang/

Malang Raya

Dibandingkan Sektor Pendidikan, Ternyata Warga Kota Malang Paling Banyak Keluhkan Soal Ini

Banyaknya keluhan tentang layanan kesehatan itu dikarenakan porsi anggaran kesehatan hanya sekitar 10 persen dari total APBD Kota Malang.

Dibandingkan Sektor Pendidikan, Ternyata Warga Kota Malang Paling Banyak Keluhkan Soal Ini
suryaMalang/samsul hadi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Asih Tri Rachmi Nuswantari 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Malang Corruption Watch (MCW) mendapat 42 aduan dari masyarakat tentang pelayanan kesehatan selama 2017.

Dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM, jumlah pengaduan itu lebih banyak dibandingkan pengaduan dari sektor pendidikan dan insfrastruktur. Banyaknya keluhan tentang layanan kesehatan itu dikarenakan porsi anggaran kesehatan hanya sekitar 10 persen dari total APBD Kota Malang.

Pemkot Malang hanya mengalokasikan anggaran sebesar 7 persen dari total APBD 2017 atau sekitar Rp 55 miliar. Berdasarkan analisis MCW terhadap anggaran kesehatan selama empat tahun terakhir, anggaran kesehatan tidak pernah mencapai 10 persen dari total APBD.

MCW minta Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang menaikkan anggaran kesehatan sampai 10 persen sesuai amanat UU 36/2009 tentang Kesehatan dan Perda Kota Malang 12/2010 tentang Kesehatan.

MCW juga mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dan Komisi D DPRD meningkatkan besaran alokasi kesehatan sampai Rp 55 miliar. Ini untuk meningkatkan beberapa program, seperti operasional Puskesmas, promosi kesehatan, pelayanan kesehatan rujukan, dan sebagainya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Malang, Asih Tri Rachmi mengatakan anggaran kesehatan melekat di Dinkes dan RSUD.

“Kalau dijumlah sudah mencapai 10 persen,” ujar Asih, Selasa (4/7/2017).

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help