SuryaMalang/

Travelling

Jadi Pembaca Puisi Kidung Tengger di Acara Eksotika Bromo, Ini Pesan dan Kesan Ayushita

Ia mengaku bangga karena mendapatkan kepercayaan itu. Menurutnya, sebagai duta wisata, ia memang memiliki kewajiban untuk terlibat dalam acara

Jadi Pembaca Puisi Kidung Tengger di Acara Eksotika Bromo, Ini Pesan dan Kesan Ayushita
SURYAMALANG.COM/Ahmad Zaimul Haq
Ayushita dalam acara Eksotika Bromo, Jumat (7/7/2017) sore. 

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Artis cantik, Ayushita, mendapatkan kesempatan emas saat dipercaya membacakan puisi kidung tengger dalam acara Eksotika Bromo di Lautan Pasir, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (7/7/2017) sore.

Ia mengaku bangga karena mendapatkan kepercayaan itu. Menurutnya, sebagai duta wisata, ia memang memiliki kewajiban untuk terlibat dalam acara yang bersifat wisata.

"Saya merasa senang bisa berpartisipasi dan membaca puisi dalam acara ini," kata Ayushita , kepada SURYAMALANG.COM.

Ayushita mengatakan, acara ini sangat bagus dan positif. Acara ini cocok digunakan untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke masyarakat luas.

"Acaranya sangat meriah. Mudah-mudahan tahun depan akan lebih meriah. Semoga akan ada acara seperti ini di kemudian hari, agar budaya Indonesia bisa terjaga dan bisa dikenal banyak orang," jelasnya.

Menurut dia, puisi ini berkisah tentang pesan terhadap umat manusia untuk peduli dan selalu mengingat tentang semesta.

"Intinya, kalau kita menanam yang baik di alam, maka akan mendapatkan yang baik pula dari alam. Akan selalu ada yang baik di dalam harapan yang baik," ungkapnya.

Personil Grup Vokal Bukan Bintang Biasa (BBB) ini mengaku sempat terkendala cuaca dan suhu. Ia tidak menampik bahwa suhu di Bromo ini sangat dingin.

Namun, saat tampil membawakan puisi itu, Ayu mengaku tidak merasakan dingin sama sekali. Kata dia, seni budaya itu memiliki magis tersendiri.

"Kalau tadi sih tidak dingin, kalau sekarang sudah pentas terasa kedinginan. Ini sudah mulai dingin nih rasanya," tukasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help